Latihan Angkat Beban pada Anak Gak Bikin Tubuh Jadi Pendek

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Dokter spesialis kesehatan olahraga dr. Andhika Raspati, Sp.KO menegaskan bahwa latihan angkat beban pada anak tidak membuat pertumbuhan tinggi badan terhambat. Ia menyebut anggapan tersebut masih jadi stigma yang banyak dipercaya, terutama oleh orang tua.

Menurut Andhika, kekhawatiran orang tua muncul karena melihat banyak atlet angkat beban memiliki postur tubuh lebih pendek. Dari situ, muncul asumsi bahwa latihan beban bikin anak jadi pendek.

“Pengamatan saya banyak orang yang merasa dan punya stigma bahwa latihan beban akan bikin anak pendek, karena melihat atlet-atlet angkat beban atau besi itu pendek-pendek badannya, jadi langsung berasumsi. Padahal enggak,” kata dokter Andhika dalam diskusi kesehatan di Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan, atlet angkat beban dengan postur tubuh lebih pendek justru dinilai lebih efisien dalam cabang olahraga tersebut. Jarak angkatan dari lantai ke atas lebih pendek, sehingga lebih menguntungkan secara biomekanik. Karena alasan itu, pelatih cenderung merekrut atlet bertubuh pendek, bukan karena latihan beban membuat tubuh jadi pendek.

Dokter lulusan pendidikan spesialis kedokteran olahraga Universitas Indonesia itu menambahkan, latihan beban pada anak justru punya manfaat untuk mendukung pertumbuhan tulang. Dengan porsi yang tepat, latihan ini bisa membuat tulang lebih kuat, lebih padat, dan membantu menopang pertumbuhan tinggi badan.

Selain latihan, tinggi badan anak juga dipengaruhi banyak faktor lain, seperti genetik dan pola hidup secara keseluruhan, mulai dari asupan gizi, kualitas tidur, hingga aktivitas fisik harian.

“Dengan porsi yang tepat justru memberikan latihan penguatan otot penguatan tulang buat anak bahkan dari mulai umur 8-9 tahun bagus. Tapi tadi dosisnya yang mesti diatur enggak bisa sama kayak kita yang sudah dewasa,” tutur dia.

Andhika juga menekankan bahwa latihan beban bukan cuma soal membentuk otot, tapi juga penting untuk mencegah cedera, terutama bagi anak yang aktif berolahraga atau menjadi atlet.

“Makanya kenapa latihan beban itu juga bisa dipakai buat mengoptimalkan massa otot sama membantu buat mencegah cedera juga. Orang yang ototnya kuat itu enggak rentan cedera, dengan latihan otot, penguatan, stabilitas itu akan mengurangi risikonya,” imbuh dia.

Dengan catatan, latihan beban pada anak tetap harus dilakukan dengan pengawasan, teknik yang benar, dan beban yang sesuai usia. Jadi, orang tua tidak perlu khawatir berlebihan, selama latihan diberikan dengan porsi yang aman dan tepat.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka