Pedagang Daging Diminta Jaga Kebersihan Jelang Imlek dan Ramadhan

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Menjelang Imlek dan bulan suci Ramadhan 2026, Pemkot Jakarta Timur mengimbau para pedagang daging untuk menerapkan standar kebersihan dan sanitasi di lapak mereka.

"Menjelang Imlek dan Ramadhan, kami tidak hanya mengawasi kondisi daging, tetapi juga melakukan pembinaan kepada pedagang terkait sanitasi dan higiene," kata Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Suku Dinas KPKP Jakarta Timur, Theresia Ellita di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis.

Fokus pengawasan kali ini bukan hanya soal kualitas fisik daging, tapi juga bagaimana pedagang menjaga kebersihan dan higienitas agar produk tetap aman dikonsumsi masyarakat.

"Pembinaan ini penting untuk menjaga kebersihan serta mencegah kontaminasi," ujarnya.

Ellita menekankan bahwa sanitasi yang baik menjadi kunci utama supaya daging tetap aman, sehat, utuh, dan halal. Tanpa kebersihan maksimal, daging bisa terpapar virus atau bakteri berbahaya yang mengancam kesehatan konsumen.

Selain itu, lonjakan permintaan daging saat hari besar agama bisa meningkatkan risiko pencemaran jika sanitasi diabaikan.

"Volume penjualan yang tinggi harus diikuti dengan disiplin kebersihan. Produk yang dijual dan penjualnya harus bersih, serta lingkungan berjualan harus terbebas dari sumber penyakit," jelas Ellita.

Dalam pembinaan ini, Sudin KPKP juga menekankan pentingnya kebersihan pribadi pedagang. Pedagang diwajibkan menjaga tangan, pakaian, dan kondisi tubuh tetap bersih serta memastikan tidak memiliki luka terbuka saat melayani pembeli.

Peralatan jualan pun jadi perhatian serius, termasuk wadah penyimpanan daging yang harus rutin dicuci dan disterilkan agar bakteri tidak berkembang.

"Pengelolaan sampah/limbah juga harus dilakukan secara rutin agar tidak menimbulkan bau dan menjadi sarang penyakit," ucap Ellita.

Pemakaian lemari pendingin juga dianjurkan untuk daging yang tidak langsung terjual agar kualitas dan kesegarannya tetap terjaga saat pengantaran ke konsumen.

Dengan langkah pengetatan sanitasi ini, Sudin KPKP Jakarta Timur berharap risiko penyakit akibat pangan bisa diminimalkan dan kepercayaan masyarakat terhadap produk daging di pasar meningkat.

"Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan daging yang aman dan higienis. Dengan sanitasi yang baik, kesehatan konsumen terlindungi dan pedagang juga diuntungkan," ucap Ellita.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka