Kediri (KABARIN) - Persik Kediri membidik kemenangan saat menghadapi PSIM Yogyakarta di pekan ke-21 Super League musim 2025/2026 yang digelar di Stadion Gelora Joko Samudra, Gresik, Jumat (13/2).
“PSIM tentu akan berusaha tampil lebih baik. Namun, kami juga akan berjuang keras untuk memenangkan pertandingan ini dan bermain sebagai satu tim,” kata Pelatih Persik Kediri Marcos Reina Torres di Kediri, Kamis.
Torres menyebut anak-anak asuhnya dalam kondisi oke, tapi untuk terus mempertahankan tren positif diperlukan kerja sama yang solid.
“Tidak mudah mempertahankan tren kemenangan. Karena itu, kami harus tetap fokus dan bekerja sama,” ujarnya.
Pelatih asal Spanyol ini juga menekankan kalau tiap pertandingan butuh strategi dan pendekatan berbeda sesuai karakter lawan.
“Kami harus menyiapkan game plan terbaik dan melakukan pendekatan yang tepat untuk menghadapi PSIM,” katanya.
Ia meminta pemain tetap disiplin, mengingat meski laga ini berstatus home, pertandingan digelar di luar Kediri.
“Ini laga home, tetapi tidak sepenuhnya seperti bermain di kandang sendiri. Karena itu, kami harus tetap waspada dan fokus penuh,” tambahnya.
Ketua Panpel Persik Kediri Tri Widodo menjelaskan laga dipindah ke Gresik karena ada riwayat bentrok antara kedua tim di 2019 sehingga Polres Kediri Kota tidak memberikan izin.
"Polres Kediri Kota tidak memberikan izin karena sejarah yang kurang baik, sebab kedua tim sempat terlibat bentrok pada 2019 saat keduanya bertanding di kompetisi Liga 2," ujarnya.
Persik akhirnya memilih Stadion Gelora Joko Samudra sebagai venue pengganti dan semua persiapan sudah dilakukan termasuk pemain dan manajemen sudah berangkat ke Gresik.
Namun, laga ini akan digelar tanpa penonton dari kedua tim.
Ini menjadi kali ketiga Persik bermain sebagai tim musafir musim ini setelah sebelumnya menghadapi Madura United dan Persebaya Surabaya.
Saat ini, Persik Kediri menempati posisi ke-11 klasemen sementara dengan 25 poin sementara PSIM Yogyakarta ada di posisi ke-7 dengan 31 poin.
Sumber: ANTARA