Semifinal WTA 1000 Doha: Ostapenko vs Mboko, Muchova vs Sakkari

waktu baca 4 menit

Semuanya dimulai di sini pada tahun 2016, final terbesar saya saat itu

Jakarta (KABARIN) - Babak semifinal WTA 1000 Doha di Qatar TotalEnergies Open 2026 pada Jumat bakal mempertemukan para pembuat kejutan. Duel yang tersaji adalah Jelena Ostapenko vs Victoria Mboko, serta Karolina Muchova vs Maria Sakkari.

Ostapenko turun ke semifinal dengan status sebagai petenis putri dengan kemenangan terbanyak dalam sejarah turnamen Doha, dengan catatan 24 menang dan 9 kalah. Rekam jejak itu bikin dia terasa “rumah sendiri” di Qatar.

“Semuanya dimulai di sini pada tahun 2016, final terbesar saya saat itu,” kata Ostapenko, dikutip dari WTA.
“Saya suka suasana di sini. Penyelenggara benar-benar memperhatikan kami dengan baik, dan semuanya santai dan rileks dengan cara yang baik. Dan mereka memulai pertandingan lebih larut, yang saya sukai.”

Di sisi lain, Mboko datang sebagai kuda hitam yang lagi panas. Petenis remaja peringkat 10 dunia ini baru saja menyingkirkan unggulan kedua Elena Rybakina, juara Australian Open 2026, lewat laga tiga set yang dramatis.

Sempat tertinggal 2-4 di set penentuan, Mboko bangkit dan memenangi empat gim beruntun, lalu menutup laga dengan skor 7-5, 4-6, 6-4. Kemenangan itu menghentikan ambisi Rybakina yang memburu kemenangan ke-10 berturut-turut.

Di usia 19 tahun, Mboko kini jadi unggulan tertinggi yang tersisa. Ia juga sudah menumbangkan dua pemain Top 10 secara beruntun, yakni Mirra Andreeva dan Rybakina. Ini adalah semifinal keduanya di level WTA 1000, padahal baru kali keenam ia tampil di ajang sekelas ini. Tahun lalu, Mboko juga sempat angkat trofi WTA 1000 di Montreal.

Mboko pun jadi remaja pertama yang menembus semifinal Doha sejak Ostapenko. Ia sadar betul tantangan yang akan dihadapi.

“Dia mengenal lapangan ini dengan baik, dia mengenal lingkungannya. Saya berharap dia akan memainkan tenis yang sangat bagus. Kita lihat apa yang terjadi,” ujar Mboko.

Secara statistik, Mboko tampil agresif sepanjang turnamen dengan mencetak 126 winner, terbanyak di Doha. Sementara itu, ini adalah semifinal Doha keempat bagi Ostapenko yang kini berada di peringkat 24 dunia. Meski berstatus juara tunggal Grand Slam lewat French Open 2017, Ostapenko belum pernah mengangkat trofi WTA 1000. Menariknya, dua dari tiga final WTA 1000 yang pernah ia capai terjadi di Doha.

Setelah duel Ostapenko vs Mboko, giliran Sakkari menantang Muchova. Sakkari baru saja bikin kejutan besar dengan menyingkirkan unggulan No.1 dan “ratu” Doha tiga kali juara, Iga Swiatek, lewat laga tiga set yang intens.

Kemenangan atas Swiatek jadi momen kebangkitan Sakkari. Setelah sempat tiga kali menutup musim di Top 10 dan mencapai peringkat tertinggi No.3 dunia, performanya menurun dengan finis di peringkat 32 pada 2024 dan 52 pada 2025. Kini, dengan mengalahkan Swiatek dan sebelumnya Jasmine Paolini, ini jadi kali pertama Sakkari meraih dua kemenangan atas pemain Top 10 dalam satu turnamen sejak WTA Finals 2022.

“Saya jelas berusaha untuk kembali ke puncak permainan,” kata Sakkari.
“Saya merasa satu-satunya cara untuk melakukannya adalah dengan mengalahkan para pemain elit itu. Itu sama seperti yang saya lakukan ketika saya berada di peringkat yang sama beberapa tahun yang lalu.”

“Jelas, sekarang saya memiliki lebih banyak pengalaman, dan lebih banyak kesabaran, menurut saya,” ujar petenis berusia 30 tahun itu.
“Sangat memahami situasi ini.”

Ini adalah semifinal Doha ketiga bagi Sakkari dalam lima tahun terakhir. Ia mengincar gelar WTA 1000 kedua dalam kariernya, setelah sebelumnya juara di Guadalajara Open 2023.

Sementara itu, Muchova melaju ke semifinal setelah menang 6-3, 6-4 atas Anna Kalinskaya. Ini adalah semifinal WTA 1000 keempat dalam karier petenis 29 tahun tersebut. Awal 2026 juga terbilang solid buat Muchova dengan catatan 10-2, termasuk semifinal di Brisbane International 2026 dan babak keempat di Australian Open 2026.

Sepanjang pekan ini, Muchova hanya kehilangan 19 gim dalam empat pertandingan. Ia juga punya pengalaman tampil di dua final WTA 1000, yakni di Cincinnati Open 2023 dan China Open 2024.

Momen lucu terjadi saat pewawancara di lapangan menanyakan “pertandingan besok melawan Maria Sakkari”. Muchova langsung menggeleng.

“Ini sudah hari ini, bukan besok,” kata Muchova, merujuk pada jam yang sudah lewat tengah malam.

“Kami sudah beberapa kali bermain melawannya. Pasti akan sulit, tetapi saya bersedia menghadapi tantangan ini.”

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka