Jayapura (KABARIN) - Di wilayah pedalaman Papua, pesawat bukan sekadar alat transportasi — tapi urat nadi kehidupan. Karena itu, apa yang terjadi di Lapangan Terbang Karowai terasa begitu mengguncang.
Sebuah pesawat milik Smart Air ditembaki saat hendak lepas landas menuju Dekai. Situasinya berubah dalam hitungan detik: suara mesin yang baru menyala mendadak digantikan kepanikan.
Penumpang dan kru berhamburan keluar pesawat untuk menyelamatkan diri.
Detik-Detik Penyerangan
Menurut keterangan Satgas Damai Cartenz melalui komandannya Faizal Rahmadani, sekitar 20 anggota kelompok bersenjata muncul dari area penginapan di sekitar lapangan terbang dan langsung melepaskan tembakan.
Pesawat dengan nomor penerbangan PK-SNR itu terkena banyak peluru — bukan satu dua tembakan.
Tim investigasi menemukan:
- 13 lubang tembakan di badan pesawat
- Total 23 jejak tembakan di lokasi
Saat pilot menyalakan mesin untuk melanjutkan penerbangan, serangan terjadi tanpa peringatan.
Penumpang berhasil turun dan melarikan diri, namun dua kru pesawat tidak selamat setelah dikejar dan ditembak pelaku.
Jenazah keduanya telah dipulangkan dan dimakamkan di kota asal masing-masing.
Pelaku dan Penanganan
Aparat menyebut penyerangan dilakukan kelompok KKB yang dipimpin Elkius Kobak dari wilayah Yahukimo. Para saksi juga mengaku tidak mengenali para pelaku dan menduga mereka bukan warga setempat.
Saat ini aparat masih melakukan pengejaran dan penegakan hukum.
Di daerah terpencil seperti Papua, satu penerbangan bisa menentukan akses logistik, kesehatan, hingga pendidikan. Karena itu, setiap gangguan penerbangan bukan hanya insiden keamanan — tapi juga menyentuh kehidupan banyak orang.
Sumber: ANTARA