Jakarta (KABARIN) - Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan awal pekan dengan kabar positif. Pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Senin pagi, rupiah tercatat menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Rupiah naik 5 poin atau sekitar 0,03 persen ke level Rp16.831 per dolar AS. Sebelumnya, mata uang Indonesia berada di angka Rp16.836 per dolar AS.
Penguatan ini memang tergolong tipis, tetapi tetap menjadi sinyal positif di tengah dinamika pasar keuangan global yang cenderung fluktuatif. Pergerakan rupiah sendiri masih sangat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari sentimen global, kebijakan suku bunga bank sentral, hingga kondisi ekonomi domestik.
Bagi kamu yang memantau kurs untuk kebutuhan bisnis, investasi, atau sekadar mengikuti perkembangan ekonomi, pergerakan sekecil apa pun tetap menarik untuk dicermati. Apalagi, nilai tukar rupiah kerap bergerak dinamis sepanjang hari perdagangan.
Pelaku pasar biasanya akan mencermati data ekonomi terbaru serta perkembangan eksternal yang berpotensi memengaruhi arus modal. Karena itu, meski pagi ini rupiah dibuka menguat, arah pergerakan selanjutnya masih akan sangat bergantung pada sentimen pasar sepanjang hari.
Dengan posisi di Rp16.831 per dolar AS, rupiah menunjukkan upaya bertahan di tengah tekanan global. Kini, perhatian pasar tertuju pada bagaimana mata uang ini bergerak hingga penutupan perdagangan nanti.
Sumber: ANTARA