Dewan Perdamaian Paparkan Strategi Rekonstruksi dan Keamanan Gaza

waktu baca 2 menit

Istanbul (KABARIN) - Dalam pertemuan Dewan Perdamaian yang digagas Presiden Donald Trump, Kamis (19/2), para pejabat senior memaparkan rencana pemulihan Gaza pascaperang yang mencakup tata kelola, keamanan, serta pembangunan kembali institusi dan kepolisian Palestina.

Nickolay Mladenov, Direktur Jenderal Dewan Perdamaian, mengumumkan pembentukan Kantor Perwakilan Tinggi untuk Gaza yang bertujuan mendukung kepemimpinan sipil di masa depan.

"Kami sangat senang mengumumkan bahwa kami membentuk Kantor Perwakilan Tinggi untuk Gaza, dari Dewan Perdamaian, yang akan ada untuk mendukung, membimbing, dan membantu Komite Nasional untuk administrasi Gaza, mudah-mudahan menghilangkan hambatan yang akan mereka hadapi dalam mengambil alih kendali sipil dan administratif Jalur Gaza," kata Mladenov.

Kantor ini akan bekerja di bawah pengawasan dewan dan berkoordinasi dengan lembaga Israel, Palestina, serta pasukan stabilisasi internasional.

Mladenov juga menyebut proses perekrutan pasukan polisi transisi Palestina sudah dimulai dan antusiasme tinggi terlihat dari 2.000 lamaran yang masuk hanya dalam beberapa jam pertama.

"Pasukan keamanan Palestina di bawah wewenang Komite Nasional untuk periode transisi inilah yang akan memungkinkan kita untuk memastikan bahwa semua faksi di Gaza dibubarkan dan semua senjata berada di bawah kendali satu otoritas sipil," ujarnya.

Ia menekankan pentingnya pelucutan senjata sebagai syarat rekonstruksi.

"Tidak ada pilihan lain kecuali demiliterisasi penuh dan pelucutan semua senjata di Gaza agar rekonstruksi dapat dimulai dan masyarakat dapat memiliki cara hidup baru ke depannya," tambah Mladenov.

Mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair, juga menyampaikan pidato yang menyoroti masalah lama pemerintahan Gaza seperti ekstremisme, korupsi, dan lembaga yang tidak efektif.

"Selama beberapa dekade, pemerintahan Gaza ditandai oleh ekstremisme, korupsi, lembaga yang tidak efektif, dan ketiadaan jalan menuju kemakmuran bagi rakyat Gaza," katanya.

Blair menekankan visi pembangunan Gaza berbasis lembaga publik yang berfungsi, peluang ekonomi, dan pengembangan teknologi agar kawasan bisa hidup damai dan masyarakat merasa didukung pemerintah.

"Sebuah komitmen tulus terhadap wilayah di mana, baik Anda seorang Muslim, Yahudi, Kristen, atau agama apa pun atau tidak beragama, Anda dapat bangkit dengan usaha sendiri, dan merasa pemerintah berada di sisi Anda, bukan di belakang Anda," ujarnya.

Blair menegaskan kerangka kerja yang diusulkan Presiden Trump tetap menjadi harapan utama bagi Gaza, kawasan, dan dunia.

Sumber: ANAD

Bagikan

Mungkin Kamu Suka