Washington (KABARIN) - Lebih dari 70 negara ikut bergabung dalam Pusat Komando Sipil-Militer Amerika Serikat untuk Jalur Gaza, kata Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, Kamis (19/2).
“Lebih dari 70 negara kini berpartisipasi dalam pusat komando sipil-militer kami, dan berikut hasilnya,” ujar Waltz saat pertemuan perdana Board of Peace di United States Institute of Peace, Washington.
Waltz menjelaskan bantuan kemanusiaan ke Gaza meningkat signifikan sejak terbentuknya pusat ini. Ia menyebut setiap pekan selama 13 minggu terakhir, sebanyak 4.200 truk bantuan berhasil masuk ke wilayah Palestina, menjadi periode penyaluran bantuan skala besar terpanjang dalam beberapa tahun terakhir.
“Pengalihan bantuan turun signifikan dibandingkan sebelum gencatan senjata, dengan kurang dari 1 persen yang dialihkan pada bulan ini,” kata Waltz.
Ia menambahkan bahwa hingga Februari, jumlah rumah tangga yang mengalami kelaparan parah turun drastis dari sekitar 30 persen menjadi hanya satu persen. Ketersediaan air minum juga meningkat dua kali lipat dan angka malnutrisi anak berkurang setengahnya.
“Kami menjangkau seluruh 2,1 juta warga Gaza dengan bantuan, meningkat lima kali lipat dibandingkan tingkat pengiriman sebelum gencatan senjata,” ujarnya.
Pada Januari lalu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian dan mengundang sekitar 50 negara untuk bergabung.
Sumber: Sputnik_OANA