merupakan hasil akhir negosiasi tarif dagang Indonesia-AS yang tertuang dalam dokumen Agreement on Reciprocal Trade (ART)
Jakarta (KABARIN) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan ada 1.819 pos tarif produk Indonesia yang kini bisa masuk Amerika Serikat tanpa dikenai Bea Masuk
Fasilitas ini hasil kesepakatan perdagangan Indonesia-AS lewat dokumen Agreement on Reciprocal Trade atau ART
"Dalam ART ini ada 1.819 pos tarif produk Indonesia, baik itu pertanian maupun industri, antara lain minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, komponen pesawat terbang yang tarifnya adalah 0 persen," jelas Airlangga dalam konferensi pers virtual Jumat lalu
Selain itu, skema khusus juga diterapkan untuk produk tekstil dan garmen lewat Tariff Rate Quota atau TRQ yang memungkinkan volume tertentu masuk ke AS tanpa Bea Masuk. Kuota ini ditentukan dari jumlah bahan baku tekstil yang Indonesia impor dari AS seperti kapas dan serat buatan
Airlangga menambahkan fasilitas ini bakal berdampak langsung pada sekitar 4 juta pekerja sektor tekstil dan garmen dan secara luas memengaruhi 20 juta masyarakat Indonesia
Meski tarif resiprokal AS untuk produk impor dari Indonesia masih 19 persen, daftar 1.819 pos tarif dan produk tekstil yang masuk ART bisa bebas Bea Masuk
Sebagai timbal balik, Indonesia juga memberikan tarif 0 persen untuk beberapa produk pertanian asal AS seperti gandum dan kedelai.
"Sehingga masyarakat Indonesia membayar 0 persen untuk barang yang diproduksi dari kedelai ataupun gandum, dalam hal ini mi, ataupun dalam bentuk tahu dan tempe. Jadi masyarakat kita tidak dikenakan beban tambahan biaya untuk bahan baku yang kita impor dari Amerika Serikat," jelasnya
Kedua negara sepakat untuk tidak mengenakan Bea Masuk pada transaksi ekonomi digital dan mendukung transfer data lintas batas terbatas sesuai hukum yang berlaku
Selain itu, pemerintah mempermudah perizinan impor dan standardisasi produk industri maupun pertanian asal AS dan mengurangi hambatan tarif maupun non-tarif khususnya di sektor teknologi, kesehatan, dan farmasi
ART akan mulai berlaku efektif 90 hari setelah seluruh proses hukum di masing-masing negara rampung, termasuk konsultasi DPR RI di Indonesia dan mekanisme internal parlemen di AS
Airlangga menyebut perjanjian ini bagian dari langkah menuju Indonesia Emas dan dianggap sebagai New Golden Age bagi kedua negara.
Kesepakatan juga mencakup pembelian energi AS sekitar 15 miliar dolar, pesawat Boeing senilai 13,5 miliar dolar, dan produk pertanian AS lebih dari 4,5 miliar dolar.
Sumber: ANTARA