Jakarta (KABARIN) - Unggulan keempat Jessica Pegula menunjukkan bahwa semifinal bukan hanya soal teknik, tapi juga ketahanan mental.
Di ajang Dubai Duty Free Tennis Championships, Pegula bangkit dari posisi nyaris tereliminasi — tertinggal 1-6, 1-3 — untuk akhirnya menundukkan unggulan kedua Amanda Anisimova dengan skor 1-6, 6-4, 6-3 dalam dua jam dua menit.
Kemenangan ini memperpanjang rekor sempurnanya atas sang rekan senegara menjadi 5-0 dalam head-to-head.
Awalnya, pertandingan tampak sepenuhnya milik Anisimova. Ia tampil agresif, backhand-nya tajam, dan momentum berada di tangannya.
Namun Pegula tidak panik.
Tak ada momen dramatis yang langsung membalikkan keadaan. Ia membangun kebangkitan secara perlahan — poin demi poin, gim demi gim. Ia mulai memancing kesalahan, mengganggu timing lawan, dan memperpanjang reli.
Saat kedudukan berubah menjadi 4-4 di set kedua, arah pertandingan mulai terasa berbeda. Dari posisi tertinggal 4-3, Pegula memenangi tujuh dari delapan gim berikutnya dan mengambil alih kendali hingga unggul 4-1 di set penentuan.
“Saya hanya menatap pelatih saya dan berpikir, ‘Saya senang masih bisa bertahan sampai di sini,’” ujarnya.
Pegula mengakui ia sempat lambat di awal laga — dan melawan pemain seagresif Anisimova, itu bisa berakibat fatal.
“Ketika Anda bermain lambat melawan Amanda, dia benar-benar bisa mengalahkan Anda, dan itulah yang dia lakukan,” katanya.
Kunci kebangkitannya sederhana: menjaga servis dan tetap percaya peluang akan datang kembali.
“Saya terus mengatakan pada diri sendiri untuk mempertahankan servis saya. Saya tahu saya bisa mendapatkan break point lagi.”
Final ke-21 dan Konsistensi Level Elite
Kemenangan ini memastikan Pegula melaju ke final ke-21 sepanjang kariernya di WTA Tour — dan yang ke-10 di level WTA 1000 atau lebih tinggi.
Ia sudah tiga kali menjadi juara WTA 1000: Guadalajara 2022, Montreal 2023, dan Toronto 2024. Selain itu, ia juga beberapa kali menjadi runner-up di turnamen besar serta finalis di WTA Finals dan US Open.
Menariknya, tiga dari lima kemenangan Pegula atas Anisimova diraih lewat pertarungan tiga set — bukti bahwa duel mereka hampir selalu berlangsung ketat.
Di partai puncak, Pegula akan menghadapi pemenang semifinal lainnya: unggulan ketiga Coco Gauff atau unggulan ketujuh Elina Svitolina.
Rekor pertemuannya cukup seimbang — 5-3 atas Gauff dan 5-3 atas Svitolina.
Dengan momentum comeback yang kuat dan mental yang teruji, Pegula kini tinggal selangkah lagi untuk mengangkat trofi Dubai untuk pertama kalinya.
Dan jika semifinal ini menjadi gambaran, satu hal jelas: jangan pernah menghapus namanya, bahkan saat ia tertinggal jauh.
Sumber: ANTARA