Jakarta (KABARIN) - Di tengah kekalahan 82-86 yang dialami Dewa United Banten dari Rajawali Medan, ada satu momen yang tetap layak dirayakan.
Hardianus Lakudu resmi menjadi pemain pertama yang masuk 1.000 Assist Club di Indonesian Basketball League (IBL).
Sebuah pencapaian yang tak hanya soal angka, tapi tentang konsistensi dan kecerdasan membaca permainan.
Guard senior itu memulai laga pekan ketujuh IBL 2026 dengan koleksi 997 assist. Artinya, ia hanya butuh tiga umpan lagi untuk mencatat sejarah.
Momen itu akhirnya tiba di kuarter kedua.
Dengan sisa waktu 5 menit 27 detik, Hardianus mengirim umpan matang kepada Rio Disi yang sukses dikonversi menjadi poin. Assist ke-1.000 pun tercipta.
Pada babak pertama saja, ia sudah mencatat lima assist dan memastikan namanya tercatat dalam sejarah kompetisi bola basket tertinggi di Indonesia.
Secara keseluruhan, ia menutup laga dengan tujuh poin, enam assist, dan tiga rebound dalam 13 menit bermain.
Konsistensi yang Tak Selalu Disorot
Assist bukan statistik yang mudah diraih. Ia tak berdiri sendiri — butuh visi permainan, timing yang tepat, serta rekan setim yang mampu menyelesaikan peluang.
Berbeda dengan poin yang sering menjadi sorotan utama, assist justru menjadi simbol kerja kolektif dan peran “pengatur irama”.
Sejak membela Dewa United, Hardianus kini memasuki musim ketiganya bersama klub tersebut. Pada musim 2024 dan 2025, ia konsisten mencatat rata-rata empat assist per gim.
Rata-rata terbaik sepanjang kariernya bahkan tercatat saat masih memperkuat Satria Muda Pertamina pada musim 2017-2018, dengan 5,4 assist per pertandingan.
Di musim IBL GoPay 2026, perannya sedikit berubah. Ia harus berbagi tugas mengatur serangan dengan pemain asing Donell Cooper.
Statistik assist-nya memang turun menjadi rata-rata 2,1 per gim musim ini. Namun milestone 1.000 assist menegaskan satu hal: konsistensi jangka panjang jauh lebih bermakna daripada angka sesaat.
Hardianus bukan hanya sekadar pencetak angka — ia adalah arsitek permainan.
Lebih dari Sekadar Statistik
Masuknya Hardianus ke 1.000 Assist Club menjadi penanda penting dalam sejarah IBL.
Ini bukan sekadar pencapaian individu, tetapi refleksi dari perjalanan panjang, dedikasi, dan kemampuan menjaga level permainan di kompetisi yang terus berkembang.
Meski malam itu Dewa United harus mengakui keunggulan Rajawali Medan, satu hal tetap tak berubah: nama Hardianus Lakudu kini resmi terukir sebagai pionir dalam sejarah assist IBL.
Dan bagi seorang floor general, itulah warisan yang sesungguhnya.
Sumber: ANTARA