China Tegaskan Kesetaraan Kedaulatan di Forum HAM PBB

waktu baca 2 menit

Istanbul (KABARIN) - Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyerukan semua negara untuk menjunjung tinggi “kesetaraan kedaulatan” dan menekankan bahwa “tidak ada negara yang dapat mengajari negara lain tentang hak asasi manusia.”

Berbicara melalui sambungan video di Dewan Hak Asasi Manusia PBB, Wang menyebut situasi internasional saat ini bersifat “kompleks dan saling terkait” dan menilai bahwa tatanan internasional pasca Perang Dunia II serta tata kelola hak asasi manusia global menghadapi tantangan baru.

Ia mendesak negara-negara untuk menjunjung tinggi “kesetaraan kedaulatan” dan melindungi “aspirasi awal tata kelola hak asasi manusia global,” seraya menegaskan “tidak ada negara yang dapat bertindak sebagai guru hak asasi manusia.”

“Hanya jalan pengembangan hak asasi manusia yang berakar pada kondisi nasional spesifik suatu negara dan responsif terhadap kebutuhan rakyatnya yang dapat mengarah pada prospek yang lebih luas,” kata Wang.

Wang juga menyerukan partisipasi, pengambilan keputusan, dan pembagian manfaat yang lebih adil di antara semua negara, dengan perhatian lebih besar pada suara dan tuntutan Global Selatan.

Ia menekankan pentingnya menghormati hukum internasional dan memperkuat fondasi tata kelola HAM global, sekaligus menyerukan agar semua negara menjunjung prinsip non-intervensi dalam urusan dalam negeri negara lain.

“Semua pihak harus dengan tegas menolak kata-kata dan tindakan yang menciptakan standar ganda atas nama hak asasi manusia,” ujarnya.

Selain itu, Wang mendorong penguatan multilateralisme dan kerja sama internasional untuk menghadapi tantangan HAM global, termasuk isu baru seperti kecerdasan buatan, perubahan iklim, dan diskriminasi rasial.

Ia menegaskan hak atas pembangunan harus ditempatkan di pusat agenda HAM multilateral agar kemajuan yang dicapai bersifat nyata, inklusif, dan dapat diakses oleh semua pihak.

Wang menambahkan bahwa Beijing akan terus mengembangkan “demokrasi rakyat secara menyeluruh” untuk memastikan bahwa “modernisasi China dapat bermanfaat bagi semua orang secara lebih luas dan adil,” seiring dimulainya Rencana Lima Tahun ke-15 negara tersebut tahun ini.

China, lanjut Wang, siap bekerja sama dengan semua negara untuk mendorong pembangunan dan kemakmuran bersama, menjunjung keadilan serta kesetaraan internasional, melindungi nilai-nilai kemanusiaan bersama, dan membangun komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia.

Sumber: ANAD

Bagikan

Mungkin Kamu Suka