Jakarta (KABARIN) -
Banyak yang masih percaya kalau makan protein tinggi bisa bikin ginjal rusak, terutama di kalangan orang yang rajin olahraga, tapi penelitian terbaru menunjukkan hal itu nggak otomatis terjadi bagi mereka yang ginjalnya sehat.
Dikutip dari Medical Daily, diet tinggi protein biasanya berarti konsumsi lebih dari 1,0–1,2 gram protein per kilogram berat badan per hari. Kalau sampai 1,6–2,0 gram per kilogram per hari dalam jangka panjang, ini termasuk sangat tinggi. Untuk orang 70 kilogram, itu setara lebih dari 110–140 gram protein setiap hari.
Menurut National Kidney Foundation, ginjal sehat memang mampu menyaring limbah dari metabolisme protein seperti urea. Kalau protein yang dikonsumsi meningkat, ginjal akan bekerja lebih aktif dan laju filtrasi darah (GFR) bisa naik. Kondisi ini disebut adaptif hyperfiltration dan pada orang sehat dianggap reaksi normal tubuh, bukan tanda ginjal rusak.
Tinjauan penelitian dari National Institutes of Health menunjukkan konsumsi protein tinggi memang menaikkan GFR, tapi nggak ada bukti kalau ginjal sehat jadi rusak secara progresif.
Meski begitu, peneliti tetap ingatkan kalau faktor lain seperti hipertensi nggak terkontrol, obesitas, dan diabetes tipe 2 bisa bikin ginjal bermasalah.
Jadi kalau protein dikonsumsi tinggi tapi ada kondisi itu, bisa jadi beban tambahan bagi ginjal. Konsumsi protein ekstrem tanpa pengawasan medis juga nggak memberi manfaat ekstra yang signifikan.
Kesimpulannya, protein dalam jumlah sedang sampai cukup tinggi aman bagi ginjal yang sehat. Yang lebih penting tetap pola makan seimbang dan kontrol tekanan darah serta gula darah untuk menjaga kesehatan ginjal.
Sumber: ANTARA