Jakarta (KABARIN) - Pola makan tinggi protein jadi favorit banyak orang yang lagi fokus bentuk otot atau jaga berat badan tetap ideal. Tapi biar manfaatnya maksimal, cara jalaninnya juga harus tepat supaya ginjal tetap aman.
Biasanya, diet tinggi protein diartikan sebagai konsumsi protein lebih dari 1 gram per kilogram berat badan per hari. Pada orang dengan kondisi tubuh sehat, peningkatan asupan protein memang bisa bikin kerja ginjal lebih aktif sementara, tapi itu bukan tanda ginjal rusak.
Buat orang dewasa yang lagi ngejar target kebugaran atau turun berat badan, konsumsi protein di kisaran 1,2 sampai 1,6 gram per kilogram berat badan per hari masih tergolong aman kalau dilakukan dengan pola makan seimbang.
Risiko baru muncul kalau diet tinggi protein dilakukan pada orang yang sudah punya gangguan ginjal. Dalam kondisi itu, beban kerja ginjal bisa makin berat karena fungsi penyaringannya memang sudah menurun.
Supaya tetap aman, pola makan tinggi protein sebaiknya dibagi rata dalam beberapa waktu makan, bukan ditumpuk dalam satu porsi besar sekaligus. Cara ini bantu ginjal bekerja lebih ringan dan stabil.
Sumber protein juga penting diperhatikan. Kombinasi protein nabati seperti kacang, lentil, tahu, dan biji-bijian dengan protein hewani rendah lemak jadi pilihan yang lebih sehat. Konsumsi daging olahan sebaiknya dibatasi karena berisiko ke kesehatan jantung dan metabolisme.
Selain urusan makanan, kondisi tubuh juga perlu dipantau. Tekanan darah, gula darah, dan berat badan punya pengaruh besar ke kesehatan ginjal.
Buat yang punya diabetes, hipertensi, atau riwayat penyakit ginjal di keluarga, cek fungsi ginjal secara rutin bisa jadi langkah cerdas buat deteksi masalah sejak awal.
Sumber: Medical Daily