Said Iqbal Benarkan Dirinya Akan Jadi Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh Said Iqbal tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin sore.

Said, yang tiba di Kompleks Istana Kepresidenan pukul 15.48 WIB dengan mengenakan setelan jas hitam, kopiah hitam dan dasi biru, membenarkan dirinya akan dilantik sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan.

"Pada hari ini ya saya dapat undangan semalam dari Letkol Teddy untuk pelantikan sebagai Penasihat
Khusus Presiden Republik Indonesia untuk bidang ketenagakerjaan. Kalau menurut Perpres Nomor 137 Tahun 2024 atau 106 Tahun 2025, kedudukan setingkat dengan menteri," kata Said.

Said menyatakan siap memperjuangkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan dari dalam pemerintahan setelah mendapat amanah sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan.

Dia mengatakan RUU Ketenagakerjaan menjadi salah satu prioritas yang akan diperjuangkannya dalam posisi tersebut.

Said menjelaskan keputusan dirinya bergabung ke dalam pemerintahan diambil setelah melalui pembahasan bersama KSPI dan kalangan buruh.

Menurut dia, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperjuangkan kepentingan pekerja melalui jalur pemerintahan selain melalui gerakan di luar pemerintah.

"Bagi kami setelah kami diskusikan di KSPI khususnya dan kawan-kawan buruh, kami memutuskan untuk juga berjuang melalui di dalam, karena secara platform perjuangan keberpihakan Presiden Prabowo Subianto kepada kaum rakyat kecil termasuk buruh, petani, nelayan, dan guru yang mendorong kami untuk bersama-sama beliau memberikan masukan, menjaga keseimbangan," kata dia.

Kehadirannya di lingkungan pemerintahan diharapkan dapat memberikan perspektif dari kalangan pekerja dalam proses penyusunan dan analisis kebijakan.

Said juga menegaskan keterlibatannya dalam pemerintahan tidak akan mengurangi sikap kritis serikat pekerja terhadap berbagai persoalan ketenagakerjaan.

"Saya memberanikan diri berikhtiar, berijtihad, bahwa saya juga harus memberikan keseimbangan terhadap apa apa yang ingin diperjuangkan oleh kaum buruh. Dan secara demokratis tidak akan mengurangi daya kritis kami terhadap persoalan-persoalan perburuhan," ujar dia.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi telah memberi sinyal bahwa Said Iqbal akan masuk ke dalam Kabinet Merah Putih.

Prasetyo, saat menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/6) mengatakan pihaknya saat ini masih mendiskusikan hal tersebut.

"Sedang kita diskusikan," kata Prasetyo.

Dia menyebut posisi yang kemungkinan akan diemban Said Iqbal berkaitan dengan bidang yang selama ini menjadi fokus perjuangannya, yakni isu buruh dan tenaga kerja.

"Ya, kemungkinan ya, kemungkinan berkaitan dengan tentunya perjuangan beliau selama ini. Buruh, tenaga kerja," kata dia.

Baca juga: Nanik S Deyang Tiba di Istana untuk Dilantik Sebagai Kepala BGN

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka