Donald Trump: Serangan Militer Terhadap Iran Akan "Segera" Berakhir

waktu baca 2 menit

Washington (KABARIN) - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (9/3) mengatakan bahwa serangan militer AS-Israel terhadap Iran akan "segera" berakhir.

Ketika ditanya dalam sebuah konferensi pers di Florida soal apakah serangan tersebut bisa berakhir pekan ini, Trump menjawab tidak.

"Tetapi segera. Sebentar lagi," ujar dia.

Trump menyampaikan sesuatu yang terdengar seperti pesan yang bertentangan, menyatakan bahwa tujuan AS sebagian besar telah tercapai, tetapi, juga mendukung peringatan sebelumnya dari Menteri Perang AS Pete Hegseth bahwa pertempuran baru saja dimulai.

"Ya, saya rasa Anda bisa mengatakan keduanya. Ini adalah awal dari membangun sebuah negara baru," kata Trump.

Trump mengeklaim bahwa Iran kini "tidak memiliki angkatan laut, angkatan udara, peralatan pertahanan udara. Semuanya telah dihancurkan". Menurut dia, pasukan AS telah menyerang lebih dari 5.000 target sejak AS dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari.

"Beberapa di antaranya merupakan target yang sangat penting," kata Trump.

Dia menambahkan bahwa militer AS menyisakan "sebagian target paling penting untuk nanti jika kami perlu melakukannya".

"Jika kami menyerangnya, akan memakan waktu bertahun-tahun bagi mereka untuk membangun kembali, yang berkaitan dengan produksi listrik dan banyak hal lainnya," ujar Trump.

Trump juga mengatakan dia "kecewa" dengan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru Iran, tetapi, menolak menjawab apakah putra Ali Khamenei itu akan menjadi target serangan mematikan.

Trump juga mengatakan Gedung Putih akan "menghapus beberapa sanksi terkait minyak untuk menurunkan harga", tetapi, tidak menyebutkan sanksi mana yang akan dicabut.

"Kami menerapkan sanksi terhadap beberapa negara. Kami akan mencabut sanksi tersebut sampai situasi kembali normal," kata Trump.

Dia juga mengancam bahwa jika Iran melakukan "upaya apa pun untuk menghentikan pasokan minyak dunia," negara itu akan "diserang dengan level yang jauh lebih tinggi".

Pada 28 Februari, Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran dan beberapa kota lain di Iran, yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei bersama sejumlah komandan militer senior dan warga sipil. Iran merespons dengan meluncurkan beberapa gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah.

Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi pada Senin mengatakan melalui platform X bahwa negaranya memiliki "banyak kejutan" untuk AS, serta menegaskan kesiapan Iran menghadapi setiap "rencana" AS.

Sumber: Xinhua

Bagikan

Mungkin Kamu Suka