Lenovo Sebut Hybrid AI Jadi Standar Baru Dunia Bisnis

waktu baca 3 menit

Hong Kong (KABARIN) - Perusahaan teknologi global Lenovo menilai bahwa kecerdasan buatan hibrida atau Hybrid AI kini bukan lagi sekadar tren teknologi, tetapi sudah menjadi standar baru dalam operasional bisnis di berbagai sektor industri.

Hal tersebut disampaikan oleh Executive Vice President and President, Solutions and Services Group Lenovo Ken Wong dalam acara Lenovo Tech World 2026 yang digelar di Hong Kong pada Selasa.

Menurut Ken Wong, perusahaan yang ingin tetap kompetitif di era digital saat ini tidak punya banyak pilihan selain mulai mengadopsi teknologi Hybrid AI dalam sistem kerja mereka.

"Hybrid AI sudah menjadi standar baru karena setiap orang itu unik dan setiap organisasi berbeda. Hybrid AI memiliki model bahasa yang besar, pilihan terhadap data, dan pilihan di mana AI itu dijalankan," ujar Ken Wong dalam acara Lenovo Tech World 2026 di Hong Kong, Selasa.

Ken menjelaskan bahwa perkembangan kecerdasan buatan saat ini sudah melampaui fungsi awalnya yang hanya memberikan jawaban atau memproses perintah sederhana.

Saat ini, teknologi AI sudah berkembang ke tahap yang lebih maju, di mana sistem tersebut mampu merasakan, bernalar, hingga bertindak secara langsung atau real time.

Bagi dunia bisnis, perkembangan ini menjadi titik penting karena AI tidak lagi hanya mengolah data, tetapi juga mampu mengubah data menjadi tindakan nyata serta menjembatani dunia digital dan dunia fisik.

Dalam implementasinya, Lenovo mengembangkan konsep Hybrid AI dalam dua bentuk utama. Pertama adalah personal AI, yaitu kecerdasan buatan yang terintegrasi langsung pada berbagai perangkat pengguna. Kedua adalah enterprise AI, yang digunakan untuk mendukung seluruh ekosistem operasional perusahaan.

Kombinasi antara personal AI dan enterprise AI inilah yang, menurut Ken Wong, menjadi fondasi utama dari era baru pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan.

"Tahun lalu kami katakan era ini baru muncul, tetapi tahun ini hybrid AI sudah berjalan dan menunjukkan peningkatan," ujarnya.

Ia juga mengacu pada kerangka strategis "2026 CIO Playbook", yang menunjukkan bahwa semakin banyak organisasi kini menaruh harapan besar terhadap investasi di bidang AI.

Banyak perusahaan bahkan terus meningkatkan alokasi anggaran untuk teknologi AI, karena dinilai mampu memberikan dampak nyata terhadap performa bisnis.

Ken Wong menegaskan bahwa Hybrid AI juga memainkan peran penting dalam memastikan penerapan kecerdasan buatan dilakukan secara bertanggung jawab, terutama dalam hal keamanan data dan kepatuhan terhadap regulasi.

"Hybrid AI memungkinkan kami membantu pelanggan mengimplementasikan AI secara bertanggung jawab, melindungi data, mematuhi regulasi, dan memberikan hasil bisnis. Itulah gelombang berikutnya dari AI," tegas Ken Wong.

Lebih lanjut, ia mengatakan Lenovo telah membuktikan penerapan Hybrid AI dalam berbagai proyek berskala besar.

Salah satu contohnya adalah implementasi teknologi tersebut dalam operasional Piala Dunia 2026, di mana Lenovo menghadirkan solusi Hybrid AI untuk mendukung berbagai aspek di lokasi pertandingan.

Teknologi tersebut mencakup infrastruktur digital, sistem integrasi, pemantauan operasional secara langsung, hingga dukungan teknologi di lapangan.

Menariknya, Lenovo juga menghadirkan relawan berbasis AI avatar yang dapat membantu pengunjung menemukan arah dan meningkatkan pengalaman selama berada di venue pertandingan.

Ken Wong menambahkan bahwa kerja sama Lenovo dengan FIFA untuk ajang Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di tiga negara menjadi bukti kemampuan perusahaan dalam mengelola teknologi untuk acara berskala global dengan tingkat kompleksitas tinggi.

"Kami menerapkan Hybrid AI secara penuh secara lokal. Dan sekarang kami membawa keahlian itu ke panggung global sebagai mitra teknologi resmi FIFA untuk Piala Dunia tahun ini," ungkap Ken Wong.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka