Washington (KABARIN) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menimbulkan kebingungan terkait operasi militer AS di Iran. Ia menyebut serangan tersebut sebagai perang sekaligus "ekskursi" jangka pendek, sehingga publik masih belum jelas kapan konflik ini akan berakhir.
Seorang wartawan yang mengikuti kunjungan Trump di Negara Bagian Ohio menanyakan, "Anda baru saja mengatakan ini adalah sebuah ekskursi kecil dan Anda juga mengatakan ini adalah perang. Jadi, mana yang benar?"
Trump menjawab, "Ya, keduanya. Itu adalah ekskursi yang akan menjauhkan kita dari perang, dan perang itu akan terjadi, maksud saya bagi mereka, itu adalah perang."
Sebelumnya, saat menyampaikan pidato di hadapan anggota Partai Republik DPR AS, Trump menyebut operasi militer terhadap Iran sebagai ekskursi jangka pendek. Namun ia menegaskan akan melangkah maju dengan tekad lebih besar untuk mencapai kemenangan mutlak dan menuntut penyerahan tanpa syarat dari Iran.
Meski demikian, pada Rabu yang sama Trump mengatakan bahwa perang AS-Israel dengan Iran akan "segera" berakhir karena "hampir tidak ada lagi yang tersisa untuk ditargetkan," menurut laporan Axios.
Pejabat AS dan Israel menyatakan bahwa mereka masih mempersiapkan serangan di Iran setidaknya selama dua pekan ke depan, dan hingga kini belum ada keputusan resmi kapan operasi ini akan dihentikan.
Amir Saeid Iravani, duta besar Iran untuk PBB, melaporkan bahwa lebih dari 1.300 warga sipil tewas dan 9.669 lokasi sipil hancur akibat serangan AS-Israel sejak 28 Februari.
Sumber: Xinhua