... sangatlah berisiko. Terutama sekali, keselamatan seluruh anggota delegasi (Iran)
Jakarta (KABARIN) - Keputusan tim nasional Iran mundur dari ajang Piala Dunia 2026 dinilai bukan sekadar keputusan olahraga. Langkah tersebut dianggap mencerminkan ketidakpercayaan Teheran terhadap jaminan keamanan di Amerika Serikat, terutama setelah meningkatnya ketegangan militer antara kedua negara.
Dosen Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran, Teuku Rezasyah, mengatakan keputusan Iran tersebut sangat berkaitan dengan situasi keamanan yang sedang memanas.
"Mengirim atlet dan petugas dalam jumlah besar sangatlah berisiko. Terutama sekali, keselamatan seluruh anggota delegasi (Iran)," kata Reza saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Kamis.
Menurut Reza, operasi militer Amerika Serikat yang masih berlangsung terhadap Iran membuat pemerintah di Teheran harus memprioritaskan keselamatan warganya, termasuk para atlet dan ofisial yang akan berangkat ke Piala Dunia.
Ia menilai situasi konflik tersebut juga berpotensi memicu reaksi dari masyarakat Amerika terhadap delegasi Iran yang berada di wilayah AS.
Reza menambahkan, jika terjadi korban di pihak Amerika akibat konflik dengan Iran, hal itu bisa saja memicu aksi balasan dari sebagian masyarakat terhadap delegasi Iran yang hadir dalam turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Meski begitu, pakar hubungan internasional tersebut menilai keputusan mundur Iran tidak berarti Teheran akan melancarkan serangan langsung ke Amerika Serikat maupun ke negara lain yang menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026, yakni Meksiko dan Kanada.
Menurutnya, kemampuan Iran untuk menyerang langsung wilayah Amerika Serikat sangat terbatas.
"Kemampuan Iran menyerang langsung ke AS sangatlah terbatas. Cukup bagi Iran menyerang Israel dan basis militer AS di Timur Tengah saja," ucap Reza.
Sebelum memutuskan mundur, Iran sebenarnya sudah tergabung di Grup G Piala Dunia 2026 bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru. Babak penyisihan grup sendiri dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Juni dengan pertandingan yang digelar di Los Angeles dan Seattle.
Keputusan mundur dari turnamen tersebut juga dipengaruhi situasi politik dalam negeri Iran. Menteri Olahraga Iran Ahmad Doyanmali pada Rabu (11/3) menyebut terbunuhnya pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menjadi salah satu alasan utama pemerintah menghentikan partisipasi timnas Iran di Piala Dunia 2026.
Sementara itu, Presiden Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) Gianni Infantino mengatakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebenarnya telah menyatakan bahwa timnas Iran tetap diterima untuk berkompetisi dalam turnamen tersebut.
"Presiden Trump menegaskan bahwa tim Iran, tentu saja, diterima untuk berkompetisi dalam turnamen tersebut di AS. Kami perlu acara seperti Piala Dunia FIFA untuk mempersatukan orang-orang lebih dari sebelumnya," kata Infantino usai bertemu Trump.
Meski ada jaminan tersebut, keputusan Iran untuk mundur tetap diambil, yang menunjukkan bahwa faktor keamanan dan situasi geopolitik saat ini menjadi pertimbangan utama bagi Teheran.
Baca juga: Piala Dunia 2026 Jadi Ajang Olahraga Paling Politis Saat Ini
Sumber: ANTARA