Jakarta (KABARIN) - Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Alwi Farhan mengaku penampilannya tidak maksimal setelah harus puas menjadi runner up pada ajang Swiss Open 2026.
Pada partai puncak yang digelar di St. Jakobshalle, Basel, Minggu, Alwi kalah dari wakil Jepang Yushi Tanaka lewat dua gim langsung dengan skor 18-21 dan 12-21.
Usai pertandingan, Alwi tetap bersyukur bisa melewati pekan yang menurutnya penuh tantangan meski hasil akhir tidak sesuai harapan.
“Pasti bersyukur, ini minggu yang luar biasa dan tidak gampang juga karena banyak tantangan yang harus saya lewati. Sayang sekali di partai final saya merasa antiklimaks, tapi saya mengakui Yushi bermain lebih baik,” ujar Alwi.
Ia menjelaskan kondisi fisik ikut memengaruhi performanya di laga final. Waktu pemulihan yang singkat setelah pertandingan semifinal sehari sebelumnya membuat tubuhnya belum sepenuhnya pulih saat turun di laga penentuan.
Meski begitu, Alwi tetap mencoba memberikan perlawanan semaksimal mungkin di lapangan.
“Saya merasa kurang bisa recovery lebih bagus saja setelah laga semifinal tadi malam. Saya akan kembali lebih kuat dan mencoba di lain kesempatan,” kata Alwi.
Pemain muda Indonesia itu juga menilai dua pekan terakhir menjadi pengalaman penting dalam perjalanan kariernya. Ia mendapat banyak pelajaran dari turnamen dengan level persaingan tinggi.
Menurutnya, walau Swiss Open hanya berstatus Super 300, tekanan pertandingan yang ia rasakan tidak jauh berbeda dengan turnamen besar seperti All England 2026 yang ia ikuti pada pekan sebelumnya.
“Dengan kondisi yang sudah tidak 100 persen saya tetap mencoba berusaha. Pengalaman untuk pertandingan berikutnya,” tutur Alwi.
Sumber: ANTARA