Meta Dikabarkan Siapkan Pengurangan Karyawan Hingga 20 Persen

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Raksasa teknologi Meta Platforms dilaporkan tengah mempertimbangkan rencana untuk memangkas sebagian tenaga kerjanya. Informasi tersebut muncul dari laporan media yang mengutip sumber internal perusahaan.

Menurut laporan Reuters yang kemudian disiarkan oleh Engadget, perusahaan disebut sedang mengkaji kemungkinan pengurangan sekitar 20 persen dari total karyawan yang dimiliki saat ini.

Meski begitu, laporan tersebut menyebutkan belum ada kepastian mengenai kapan kebijakan itu akan dijalankan maupun berapa jumlah pekerja yang benar-benar terdampak.

Dalam laporan itu juga disebutkan bahwa jajaran eksekutif di Meta telah memberi arahan kepada sejumlah pimpinan senior untuk mulai menyiapkan rencana pengurangan jumlah pegawai.

Namun pihak perusahaan memberikan tanggapan berbeda. Juru bicara Meta menyatakan kabar tersebut belum tentu terjadi dan menyebutnya sebagai "spekulasi mengenai pendekatan yang bersifat teoritis."

Berdasarkan laporan keuangan terbaru perusahaan, jumlah pegawai Meta tercatat mencapai sekitar 78.865 orang hingga 31 Desember 2025.

Dalam periode yang sama, perusahaan juga melaporkan kinerja keuangan yang cukup besar. Pendapatan pada kuartal keempat 2025 mendekati 60 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.014 triliun. Sepanjang tahun 2025 total pendapatan perusahaan bahkan melampaui 200 miliar dolar AS atau sekitar Rp3.392 triliun.

Langkah pengurangan karyawan sebenarnya bukan hal baru bagi Meta. Pada awal 2026, perusahaan sudah lebih dulu melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 1.000 pegawai.

Sebagian besar PHK saat itu terjadi di unit Reality Labs yang fokus mengembangkan teknologi realitas virtual serta proyek metaverse.

Sebelumnya pada awal 2025, perusahaan juga telah mengurangi sekitar lima persen dari total tenaga kerjanya setelah gelombang pemangkasan karyawan yang lebih kecil dilakukan pada bulan yang sama.

Di tengah kabar efisiensi tersebut, Meta justru terus memperkuat investasinya di bidang kecerdasan buatan atau AI. Perusahaan dilaporkan menggelontorkan dana besar untuk membeli beberapa perusahaan rintisan yang bergerak di sektor teknologi AI.

Beberapa di antaranya adalah Moltbook yang mengembangkan jejaring sosial untuk agen AI serta Manus yang berfokus pada pembuatan agen AI untuk membantu mengotomatisasi berbagai pekerjaan digital.

Sumber: Engadget

Bagikan

Mungkin Kamu Suka