IHSG Melemah di Awal Pekan di Tengah Ketegangan AS dan Iran

waktu baca 3 menit

Jakarta (KABARIN) - Pergerakan Indeks Harga Saham (IHSG) Gabungan di Bursa Efek Indonesia dibuka melemah pada perdagangan Senin. Penurunan ini terjadi seiring kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan kebijakan moneter yang lebih ketat akibat meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Pada awal sesi, IHSG turun sekitar 21,76 poin atau 0,30 persen ke level 7.115,45. Sementara kelompok saham unggulan yang tergabung dalam Indeks LQ45 ikut terkoreksi 3,38 poin atau 0,46 persen ke posisi 724,95.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menyarankan investor untuk lebih berhati hati dalam mengambil keputusan investasi dalam waktu dekat.

"Kiwoom Research masih menyarankan untuk perbanyak sikap wait and see, simpan lebih banyak cash demi mengantisipasi gejolak global selama IDX tidak beroperasi (libur lebaran)," ujar Liza.

Perhatian pelaku pasar global saat ini juga tertuju pada rapat kebijakan moneter bank sentral AS yaitu Federal Reserve melalui forum FOMC yang dijadwalkan berlangsung pada 17 hingga 18 Maret 2026. Pertemuan ini diperkirakan akan memberikan gambaran terbaru mengenai kondisi ekonomi serta arah suku bunga ke depan.

Lonjakan harga energi yang dipicu konflik di kawasan Timur Tengah membuat proyeksi kebijakan moneter berubah. Jika sebelumnya pasar memperkirakan pemangkasan suku bunga bisa terjadi dua kali tahun ini, kini ekspektasinya turun menjadi kurang dari satu kali hingga akhir tahun.

Data ekonomi dari Amerika Serikat juga menunjukkan sinyal yang beragam. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal keempat 2025 direvisi menjadi hanya 0,7 persen. Sementara inflasi yang diukur melalui core PCE pada Januari tercatat 3,1 persen, masih jauh di atas target inflasi The Fed sebesar dua persen.

"Kondisi ini meningkatkan risiko bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama," ujar Liza.

Di sisi lain, pasar global masih mencermati perkembangan konflik antara Iran dan Amerika Serikat, termasuk kemungkinan serangan lanjutan terhadap fasilitas energi serta upaya membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Selain itu perhatian juga tertuju pada peluang pembicaraan antara Israel dan Lebanon terkait kemungkinan penghentian konflik dengan kelompok Hezbollah.

Hubungan ekonomi antara China dan Amerika Serikat juga ikut disorot. Kedua negara sedang membahas mekanisme kerja sama perdagangan menjelang rencana pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping pada akhir Maret 2026.

Pertemuan pejabat ekonomi kedua negara bahkan telah digelar di Paris untuk membahas peningkatan kerja sama perdagangan di sektor pertanian, energi, dan mineral penting.

Sementara itu negara sekutu Amerika Serikat di kawasan Asia Pasifik sepakat menanamkan investasi energi sekitar 57 miliar dolar AS melalui 22 kerja sama dengan perusahaan AS dalam forum Indo-Pacific Energy Security Forum yang digelar di Tokyo.

Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pasokan energi global di tengah gangguan distribusi akibat konflik Iran serta potensi penutupan jalur pelayaran Selat Hormuz. Jepang juga menyatakan minat untuk meningkatkan impor minyak dari Amerika Serikat.

Di dalam negeri, pemerintah Indonesia memastikan bahwa kerja sama perdagangan melalui skema Agreement on Reciprocal Trade dengan Amerika Serikat tetap menjadi dasar hubungan dagang kedua negara meskipun saat ini tengah berlangsung investigasi perdagangan di AS.

Sebelumnya pada perdagangan akhir pekan lalu, sejumlah bursa saham global juga mengalami pelemahan. Indeks Euro Stoxx 50 turun 0,56 persen. Indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,42 persen. Indeks DAX Jerman turun 0,60 persen dan indeks CAC 40 Prancis terkoreksi 0,91 persen.

Pasar saham di Wall Street juga ditutup di zona merah. Indeks S&P 500 turun 0,6 persen ke 6.632. Indeks Nasdaq Composite merosot 0,9 persen ke 22.105. Sementara indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,3 persen ke level 46.559.

Pergerakan bursa Asia pada pagi hari juga cenderung bervariasi. Indeks Nikkei 225 turun 705 poin atau 1,31 persen. Indeks Shanghai Composite melemah 38,75 poin atau 0,95 persen. Sementara indeks Hang Seng Index dan Straits Times Index masih mencatat penguatan tipis.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka