Tips Atasi GERD Saat Mudik Agar Perjalanan Tetap Nyaman

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Gastroenterologi Hepatologi dari Universitas Indonesia Dr. dr. Hasan Maulahela menekankan pentingnya mengetahui langkah cepat menangani gejala Gastroesophageal Reflux Disease atau GERD saat mudik, apalagi jika masih menjalani ibadah puasa.

“Ketika merasakan gejala GERD tetapi Anda masih berada dalam perjalanan dan kondisi berpuasa, lakukan langkah berikut untuk meredakan gejala,” ujar Hasan.

Langkah pertama, longgarkan pakaian terutama ikat pinggang atau pakaian ketat karena tekanan pada perut bisa memperparah naiknya asam lambung.

Kedua, atur posisi duduk dengan tegak dan jangan membungkuk atau meringkuk. Jika memungkinkan, sandarkan punggung sehingga kepala dan dada lebih tinggi dari perut agar gravitasi membantu menahan asam lambung tetap di lambung.

Ketiga, lakukan pernapasan dalam dengan tarik napas melalui hidung dan buang perlahan melalui mulut untuk membantu otot saluran cerna rileks dan mengurangi panik yang bisa memicu naiknya asam lambung.

“Jika kondisi tidak mereda dan gejala berat muncul seperti nyeri ulu hati hebat, muntah, atau sesak napas, segerakan berbuka dengan air hangat dan konsumsi obat jika perlu,” kata Hasan.

Ia juga mengingatkan untuk menghindari makanan atau minuman yang memicu GERD dan jika gejala tak kunjung membaik, segera menuju unit gawat darurat atau rumah sakit terdekat. Para pemudik sebaiknya tahu lokasi rumah sakit di jalur mudik untuk antisipasi keadaan darurat.

GERD sendiri adalah kondisi ketika asam lambung naik ke kerongkongan dan mengiritasi lapisan saluran cerna. Gejalanya meliputi rasa asam atau pahit di mulut, sensasi panas terbakar di dada dan ulu hati, mual, muntah, begah, nyeri dada, bahkan gangguan pernapasan.

Dalam perjalanan, GERD bisa dipicu oleh makan atau minum terburu-buru saat sahur atau berbuka, konsumsi makanan pedas, berlemak, atau minuman berkafein berlebihan. Duduk terlalu lama yang memberi tekanan pada perut serta stres dan kelelahan juga bisa memicu kambuhnya gejala.

Bagi penderita GERD yang ingin tetap berpuasa sambil mudik, Hasan menyarankan tetap makan sahur meski perjalanan, pilih karbohidrat kompleks dan serat tinggi, serta jangan terburu-buru saat makan dan minum.

Hindari makan besar saat berbuka dan jangan langsung tidur setelah makan, beri jeda minimal 3 jam. Kelola stres dengan baik, istirahat secara berkala di rest area, dan tetap tenang agar perjalanan tetap nyaman.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka