Moskow (KABARIN) - Perdana Menteri Polandia Donald Tusk memastikan negaranya tidak akan mengirim pasukan ke Iran karena situasi tersebut dinilai tidak berdampak langsung pada keamanan nasional.
"Polandia tak akan mengirim pasukan ke Iran. Konflik ini tidak secara langsung memengaruhi keamanan kita," kata Tusk.
Ia menjelaskan bahwa fokus militer Polandia saat ini tetap pada tanggung jawab di dalam aliansi NATO, terutama dalam menjaga stabilitas kawasan Baltik.
"Polandia memiliki tanggung jawab dalam NATO, yang mencakup pasukan darat, udara, dan laut. Apa yang kita miliki di sektor maritim harus melayani keamanan kawasan Baltik," kata Tusk.
Menurutnya, sikap tersebut juga sudah dipahami oleh negara mitra, termasuk Amerika Serikat. Ia menegaskan tidak ada rencana dari pemerintah untuk ikut dalam operasi militer terhadap Iran.
"Mitra kami, termasuk AS, memahami hal ini dengan baik. Tak ada alasan untuk khawatir. Pemerintah tidak memiliki rencana untuk melakukan operasi militer apa pun terhadap Iran," katanya.
Di sisi lain, Polandia tetap melanjutkan penguatan sektor pertahanan melalui program kerja sama dengan Uni Eropa, termasuk skema pendanaan untuk pengadaan alat utama sistem persenjataan.
Ketegangan di kawasan sendiri dipicu oleh serangan yang dilakukan AS dan Israel ke sejumlah target di Iran pada akhir Februari, yang kemudian dibalas oleh Iran dengan serangan ke wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah. Situasi ini membuat konflik semakin meluas dan menjadi perhatian banyak negara.
Sumber: SPU