Istanbul (KABARIN) - Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyatakan akan membalas kematian pejabat penting negaranya, Ali Larijani, yang tewas dalam serangan militer.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun media sosial X pada Rabu.
Dalam pernyataannya, Mojtaba mengaku sangat berduka atas meninggalnya Larijani yang juga menjadi Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran bersama putranya dan sejumlah rekannya.
Ia mengenang Larijani sebagai sosok berpengalaman yang memiliki peran besar dalam berbagai bidang selama puluhan tahun pengabdian.
Menurutnya, peristiwa ini menunjukkan bahwa Larijani merupakan tokoh penting yang menjadi target permusuhan pihak lawan.
Khamenei juga menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak akan melemahkan Iran, melainkan justru memperkuat tekad mereka.
"Setiap tetes darah memiliki pembalasan yang setimpal dan bahwa para pembunuh kriminal para martir itu akan segera menerima balasannya," sumpahnya.
Pihak Iran menyebut Larijani tewas dalam serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel pada Selasa pagi.
Serangan tersebut juga menewaskan putra Larijani bernama Morteza, ajudannya Alireza Bayat, serta beberapa staf dan pengawal lainnya.
Ketegangan di kawasan terus meningkat sejak akhir Februari setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah wilayah di Iran.
Konflik tersebut dilaporkan telah menimbulkan banyak korban jiwa, termasuk tokoh penting di Iran.
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal yang menargetkan sejumlah wilayah di Timur Tengah.
Aksi saling serang ini turut berdampak pada kerusakan infrastruktur serta gangguan terhadap aktivitas ekonomi dan penerbangan internasional.
Sumber: ANAD