Istanbul (KABARIN) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan bahwa Israel tidak akan melanjutkan serangan ke ladang gas South Pars milik Iran selama tidak ada aksi balasan dari Teheran.
Ia juga mengingatkan bahwa jika infrastruktur gas alam cair milik Qatar kembali diserang maka Amerika Serikat siap mengambil langkah tegas dengan menghancurkan fasilitas tersebut.
"Amerika Serikat tidak mengetahui apa pun tentang serangan khusus ini (di ladang South Pars) dan negara Qatar sama sekali tidak terlibat di dalamnya, dan juga tidak tahu bahwa itu akan terjadi,"
Pernyataan itu muncul di tengah laporan yang menyebut Washington sebenarnya sudah mengetahui rencana serangan tersebut meski tidak terlibat langsung.
Trump menilai Iran telah melakukan serangan ke fasilitas LNG Qatar tanpa dasar yang jelas karena salah memahami situasi. Ia juga menggambarkan serangan Israel ke South Pars sebagai aksi keras yang hanya berdampak pada sebagian kecil area.
Ia kembali menegaskan bahwa jika serangan terhadap fasilitas energi Qatar terulang maka Amerika tidak akan ragu mengambil langkah besar meski konsekuensinya cukup panjang bagi masa depan Iran.
Di sisi lain sejumlah laporan menyebut adanya koordinasi antara Trump dan Benjamin Netanyahu dalam serangan tersebut untuk menjaga jalur distribusi energi tetap aman.
Situasi memanas setelah serangan udara Israel menghantam sisi Iran dari ladang gas South Pars hingga menghentikan produksi di dua kilang utama.
Tidak lama setelah itu Qatar juga melaporkan adanya dua serangan rudal di kawasan industri Ras Laffan yang menjadi pusat produksi LNG.
Sebagai respons Qatar kemudian menetapkan sejumlah staf diplomatik Iran sebagai persona non grata.
Sumber: ANAD