Jakarta (KABARIN) - Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting harus menghentikan langkahnya di babak 16 besar Orleans Masters 2026. Meski tersingkir, ia membawa pulang pengalaman berharga setelah menghadapi pemain senior asal Taiwan Chou Tien Chen.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Palais des Sports, Orléans, Prancis, Ginting kalah dalam dua gim langsung dengan skor 14-21 dan 10-21. Sejak awal laga, ia mengakui bahwa lawannya mampu mengontrol jalannya pertandingan sehingga dirinya kesulitan mengembangkan permainan.
Ia menilai pola permainan Chou berjalan sesuai dengan rencana dan membuatnya terus berada dalam tekanan.
“Memang masuk ke pola permainan dia semua,” kata Ginting dalam keterangan tertulis PP PBSI, Jumat.
Selama pertandingan, Ginting juga mencoba berbagai cara untuk keluar dari tekanan dan mencari ritme yang lebih baik. Namun, ia mengakui belum berhasil menemukan strategi yang tepat untuk mengimbangi permainan lawan.
“Tapi ya kurang bisa cerdik dalam menyusun strategi yang tepat dan melakukannya. Hari ini Chou bermain lebih baik,” ujarnya.
Dari pertandingan tersebut, Ginting melihat konsistensi Chou sebagai hal yang patut dicontoh. Meski sudah berusia 36 tahun, Chou tetap mampu tampil di level tinggi dan menjaga performanya secara stabil.
Menurut Ginting, hal ini menjadi pengingat penting mengenai pentingnya menjaga kondisi fisik agar tetap kompetitif di level atas.
“Chou dengan usianya sekarang masih ada di level atas menjadi pelajaran juga buat saya bagaimana cara dia jaga badannya,” kata Ginting.
Ia menambahkan bahwa menjaga kebugaran tubuh merupakan bagian penting agar pemain bisa tetap fokus dalam menerapkan strategi di lapangan dan tampil maksimal dalam setiap pertandingan.
“Itu yang juga harus saya terapkan ke diri saya, harus aware dengan kondisi apa yang mesti dilakukan,” pungkasnya.
Sumber: ANTARA