Ini Alasan Pemudik Pilih Pulang Kampung Setelah Lebaran

waktu baca 3 menit

Jakarta (KABARIN) - Arus balik Lebaran telah terjadi sejak hari Selasa (24/3), dengan puncak kedatangan pemilir di KA Daop 1 Jakarta mencapai 53.288 penumpang.

Di tengah padatnya arus balik, beberapa penumpang justru memilih waktu ini untuk kembali ke kampung halaman dengan beragam alasan yang mendasarinya.

Salah satunya Zulaikha (55) yang melakukan perjalanan pergi ke Nganjuk, Jawa Timur bersama keluarganya. Ia mengatakan alasannya pulang pada waktu ini untuk menghindari macet di perjalanan.

“Menghindari macet, tahun kemarin sudah pernah naik travel macet malam lebaran baru sampai, jadi sekarang naik kereta,” katanya.

Ia juga mengatakan meski berangkat pada hari kelima Lebaran, untuk mencari tiket kereta tetap butuh faktor “hoki” untuk mendapatkannya. Ia dan keluarga mengaku telah memesan tiket jauh hari sejak tanggal 22 Maret dengan harga yang relatif mahal.

“Mau beli tanggal 24 nggak dapet, kan banyak juga yang mau beli di arus mudik lebaran, lebih mahal otomatis,” katanya.

Selain Zulaikha, juga ada calon penumpang lain yakni Munjip (35) yang pergi bersama pasangannya ke Cirebon dan memilih waktu setelah libur cuti bersama Lebaran.

Ia mengatakan di waktu ini lebih lengang dan masih memiliki jatah libur yang diberikan perusahaan kepadanya. Berbeda dengan Zulaikha yang sulit mendapatkan tiket di tanggal yang diinginkan, Munjip mengaku cukup mudah menemukan tanggal keberangkatannya.

“Untuk nyari tanggalnya sih nggak susah, cuma untuk jamnya sih yang lebih susah itu. Menyesuaikan kapan mau berangkatnya gitu, itu yang lebih susah,” katanya.

Ia juga mengaku harga tiket perjalanan ke Cirebon terbilang cukup murah, namun tiket untuk pulang kembali ke Jakarta masih lebih mahal.

Calon penumpang lainnya yakni Nia (38) juga memilih hari kelima lebaran untuk pulang ke Solo di tengah padatnya arus balik ke Jakarta.

Ia mengatakan tidak ada pertimbangan khusus untuknya pulang di waktu ini, selain karena ada acara keluarga yang harus didatanginya. Untuk harga tiket bagi Nia masih terbilang wajar karena dibeli di momen Lebaran.

“Biasa sih, kalau lebaran pulang kampung harganya termasuk standar sih, kemarin dapat juga lumayan nggak terlalu mahal banget, mungkin karena jaraknya juga kali ya,” katanya.

Berdasarkan data yang didapat dari Humas KA Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo, jumlah penumpang berangkat pada hari H lebaran atau 21-22 Maret mencapai 97.297 penumpang. Sementara penumpang tiba di periode tersebut mencapai 62.254 penumpang.

Sedangkan data kumulatif penumpang yang sudah memesan tiket sejak tanggal 11 Maret hingga akhir Lebaran 1 April 2026 di Daop 1 Jakarta sebanyak 839.656 tiket.

Pada periode arus balik Lebaran yang dimulai sejak tanggal 23 Maret sampai 1 April 2026, penumpang yang tiba di stasiun wilayah Daop 1 Jakarta kebanyakan berasal dari kita-kota di Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, serta Jawa barat.

Adapun tujuan paling banyak penumpang pada masa angkutan Lebaran antara lain Yogyakarta, Surabaya, Semarang, Surabaya, Purwokerto, Bandung dan Jember.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka