Mengenal St Kitts & Nevis yang Jadi Lawan Indonesia di FIFA Series 2026

waktu baca 5 menit

Jakarta (KABARIN) - Timnas Indonesia akan melakoni partai pertama FIFA Series 2026 pada Jumat (27/3) malam dengan menghadapi St Kitts & Nevis, sebuah negara yang terletak di kawasan Karibia.

FIFA Series 2026 yang digelar di Indonesia akan dilangsungkan di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, diikuti empat negara; Indonesia, Bulgaria, St Kitts & Nevis dan Kepulauan Solomon.

Kejuaraan ini merupakan agenda dari FIFA yang melibatkan negara dari benua berbeda dan Indonesia mewakili AFC bertemu wakil UEFA Bulgaria, Concacaf St Kitts & Nevis, serta OFC Kepulauan Solomon.

Profil singkat St Kitts & Nevis

St Kitts & Nevis merupakan negara di kawasan Karibia, Amerika Utara, dan terdiri atas dua pulau yaitu Saint Kitts dan Nevis.

St Kitts & Nevis berbatas dengan Antiagua dan Barbuda di timur, Sint Eustatius dan Saba (Belanda) di utara, Sain Barthelemy (Prancis) di timur laut dan Montserrat (Inggris) di tenggara.

Dua pulau ini pertama kali ditemukan oleh penjelajah Portugal Christopher Colombus pada 1493 dan pertama kali mulai dihuni Bangsa Eropa pada 1623 oleh Inggris dipimpin Thomas Warner.

Dua tahun berselang, pemukim asal Prancis di bawah Pierre Belain d'Esnambuc turut menempati St Kitts & Nevis.

Selanjutnya St Kitts & Nevis menjadi koloni Inggris sejak tahun 1700 dan pada akhirnya meraih kemerdekaan penuh pada 19 September 1983.

St Kitts & Nevis merupakan negara anggota Persemakmuran Bangsa-Bangsa (Commonwealth) dari Inggris yang mengakui Raja Charles sebagai kepala negara.

Sejarah singkat Timnas St Kitts & Nevis

Federasi Sepak Bola St Kitts & Nevis didirikan pada 1932 bergabung di bawah naungan Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Amerika Tengah dan Karibia (Concacaf) pada 1990, dan dua tahun berselang resmi menjadi anggota FIFA.

Timnas negara ini pertama kali melakukan pertandingan internasional menghadapi Timnas Grenada pada 18 Agustus 1938 dan menelan kekalahan dengan skor 2-4.

Sementara itu, pertandingan resmi pertama yang dilakukan oleh Timnas St Kitts & Nevis adalah ketika pada kejuaraan CFU 1979 dengan dua kali menghadapi Timnas Jamaika. Mereka takluk dengan skor 1-2.

Sepanjang sejarah, St Kitts & Nevis sama sekali belum memiliki pengalaman bisa menembus putaran final Piala Dunia dan hanya satu kali tampil di Piala Emas Concacaf.

St Kitts & Nevis berhasil menembus putaran final Piala Emas Concacaf 2023 dan mereka harus puas walau sama sekali tidak mendapatkan poin pada babak penyisihan grup.

Tergabung di Grup A Piala Emas Concacaf 2023, negara itu menelan tiga kekalahan setelah takluk dari Trinidad dan Tobago (0-3), Amerika Serikat (0-6) dan Jamaika (0-5).

Pencapaian terbaik Timnas St Kitts & Nevis adalah ketika berhasil menjadi peringkat kedua Piala Karibia pada edisi 1997.

Timnas St Kitts & Nevis tercatat kini menduduki peringkat 154 FIFA dan capaian tertinggi mereka adalah tempat ke-73 pada Oktober 2016 dan Maret 2017, sedangkan peringkat terburuknya pada November 1994 ketika menempati peringkat 176.

Pencetak gol terbanyak

Pencetak gol terbanyak Timnas St Kitts & Nevis yakni Keith Jerome Kayamba Gumbs Tukijo pernah bermain di Liga Indonesia dengan membela beberapa klub.

Keith Kayamba Gumbs merupakan pencetak gol terbanyak Timnas St Kitts & Nevis dengan 53 gol dari 132 penampilan yang ia lakukan dari tahun 1993 hingga 2011.

Mantan pemain yang kini berusia 53 tahun tersebut pernah membela tiga klub di Indonesia yaitu Sriwijaya FC (2007-2013), Arema Cronus (2012-2013), dan Barito Putera (2013).

Kayamba Gumbs mengakhiri kariernya sebagai pesepak bola profesional di Indonesia dengan mengumumkan pensiun setelah membela Barito Putera.

Selama berkarier di Indonesia, Kayamba Gumbs berhasil meraih gelar Liga Indonesia 2007/2008 dan 2011/12 dan Piala Indonesia 2007/2008, 2008/2009 dan 2009/2010 bersama Sriwijaya FC.

Bersama Sriwijaya FC, Kayamba Gumbs tampil sebanyak 142 pertandingan di berbagai ajang dan berhasil menyumbangkan 72 gol.

Pertandingan resmi St Kitts & Nevis selama 2025

Pada pertandingan resmi selama 2025, St Kitts & Nevis tercatat menghadapi negara-negara satu kawasan termasuk ketika melakoni Kualifikasi Piala Dunia 2026.

St Kitts & Nevis hanya mampu mencapai putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Concacaf setelah menempati peringkat empat klasemen akhir Grup B sehingga gagal melaju ke putaran ketiga.

Pada dua pertandingan Grup B putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Concacaf di tahun 2025, mereka takluk ketika menghadapi Trinidad dan Tobago (2-6) dan Grenada (2-3).

Sementara itu, pertandingan internasional terakhir yang dilakoni St Kitts & Nevis adalah menghadapi Belize ketika mereka takluk dengan skor 2-6 pada ajang CONCACAF Series 2025/2026.

Pertandingan menghadapi Indonesia nanti akan menjadi laga internasional pertama St Kitts & Nevis di tahun 2026.

Tak gentar hadapi Indonesia

Pelatih timnas St Kitts & Nevis Marcelo Augusto Silva Serrano menegaskan timnya tidak gentar menghadapi tekanan suporter tuan rumah saat melawan Indonesia dalam pertandingan FIFA Series 2026 yang akan dimainkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat.

Marcelo menyebut sejumlah pemain timnas St Kitts & Nevis telah terbiasa tampil di stadion berkapasitas besar, bahkan di hadapan puluhan ribu penonton, sehingga atmosfer pertandingan di Indonesia tidak akan menjadi kendala berarti.

"Kami punya pemain yang bermain di liga-liga Eropa dan terbiasa tampil di stadion dengan 20 ribu hingga 70 ribu penonton," ujar Serrano dalam jumpa pers di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis.

Selain faktor pengalaman, pelatih asal Brasil itu juga menekankan pendekatan humanis dalam membangun kepercayaan diri timnya. Ia menilai sepak bola tidak semata ditentukan oleh angka atau peringkat.

"Kami tidak melihat angka terlebih dahulu. Angka hanyalah persamaan matematika. Kami melihat manusianya," katanya.

Sementara itu, pemain St Kitts & Nevis Julani Archibald yang menegaskan timnya datang dengan misi meraih hasil maksimal, terlepas dari besarnya dukungan suporter tuan rumah.

"Kami datang ke sini untuk merusak pesta. Kami tidak peduli berapa banyak orang di tribun," ujar Archibald.

Baca juga: St Kitts & Nevis Tidak Gentar Hadapi Tekanan Suporter Indonesia

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka