Jepara (KABARIN) - Tradisi Lomban Syawalan di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, tahun ini tampil makin meriah dengan hadirnya kirab kerbau bule sebagai atraksi budaya baru. Kehadiran kirab ini diharapkan bisa menarik lebih banyak wisatawan sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat setempat.
Kirab kerbau bule menjadi bagian dari rangkaian tradisi tahunan Lomban Syawalan yang puncaknya ditandai dengan larung sesaji kepala kerbau di laut Jepara. Arak-arakan ini menempuh jarak lebih dari 1 kilometer, dimulai dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Jobokuto menuju Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di kawasan Rusunawa Jepara.
Acara tersebut turut dihadiri Bupati Jepara Witiarso Utomo, Wakil Bupati M Ibnu Hajar, Sekda Ary Bachtiar, serta jajaran Forkopimda.
Bupati Jepara Witiarso Utomo menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan tradisi ini agar memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.
Ia juga menyebut, ke depan pemerintah daerah akan lebih memaksimalkan potensi Lomban Syawalan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kirab kerbau bule pun diharapkan bisa jadi magnet baru dalam perayaan tahun-tahun berikutnya.
Menurutnya, kirab kerbau bukan sekadar acara seremonial, tapi juga bagian penting dari identitas budaya masyarakat pesisir Jepara. Kerbau bule yang diarak pun punya makna filosofis yang dalam, melambangkan semangat baru dan kekuatan besar.
"Kirab ini bukan sekadar arak-arakan, tetapi juga simbol keterbukaan, bahwa kerbau yang akan dilarung adalah utuh, bukan hanya kepalanya. Ini sekaligus menjawab pemahaman yang berkembang di masyarakat serta menjaga nilai-nilai kepercayaan yang diwariskan secara turun-temurun," ujarnya.
Kirab kerbau sendiri terakhir kali digelar pada 2019, dan tahun ini kembali dihidupkan sebagai bukti bahwa semangat pelestarian budaya di Jepara tetap kuat.
Antusiasme masyarakat pun terlihat tinggi. Ribuan warga memadati sepanjang rute kirab untuk melihat langsung kerbau bule berukuran besar yang tampil gagah.
Salah satu warga, Retno (40), mengaku sudah menunggu sejak pagi demi menyaksikan momen tersebut setelah mendengar kabar adanya kirab kerbau bule.
Puncak Lomban Syawalan 2026 sendiri akan berlangsung pada Sabtu (28/3), dengan prosesi larung kepala kerbau di laut Jepara yang biasanya diikuti ribuan perahu nelayan.
Tradisi ini menjadi bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas hasil laut yang melimpah, sekaligus doa agar masyarakat Jepara, khususnya para nelayan, selalu diberi keselamatan dan keberkahan.
Sumber: ANTARA