Tidak ada angka-angka yang aneh dan tidak bisa dihitung dalam APBN saat ini
Jakarta (KABARIN) - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan lonjakan harga minyak dunia tidak akan mengganggu kondisi keuangan negara. Ia menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tetap dalam kondisi aman meski harga energi sempat melonjak tinggi.
Pernyataan itu ia sampaikan saat menceritakan obrolannya dengan Presiden Prabowo Subianto terkait kekhawatiran dampak kenaikan harga minyak terhadap fiskal.
“Presiden nanya ‘Gimana APBN?’. Saya jawab, ‘Aman Pak!',” ujar Purbaya.
Menurutnya, pemerintah sudah menyiapkan berbagai perhitungan untuk menghadapi kemungkinan kenaikan harga minyak yang lebih tinggi. Langkah antisipasi juga telah dirancang agar kondisi anggaran tetap terkendali di tengah tekanan global.
Ia mengakui strategi yang disiapkan pemerintah belum sepenuhnya diketahui publik. Karena itu, ke depan komunikasi terkait kondisi fiskal akan diperkuat agar masyarakat lebih memahami situasi sebenarnya.
Purbaya juga menegaskan pemerintah tetap tenang menghadapi dinamika global yang terjadi saat ini. Meski pembahasan di internal cukup intens, seluruh perhitungan dalam APBN disebut dilakukan secara hati hati dan terbuka.
“Tidak ada angka-angka yang aneh dan tidak bisa dihitung dalam APBN saat ini,” tambahnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan sejumlah simulasi dampak kenaikan harga minyak terhadap anggaran negara.
Dalam skenario awal, harga minyak diperkirakan berada di kisaran 80 dolar AS per barel dengan nilai tukar rupiah yang sedikit melemah. Kondisi ini masih bisa membuat defisit anggaran berada di kisaran sedikit di atas batas aman.
Pada skenario yang lebih tinggi, harga minyak mendekati 100 dolar AS per barel dengan tekanan kurs yang lebih besar. Dampaknya, defisit berpotensi naik lebih jauh.
Sedangkan dalam kondisi terburuk, harga minyak bisa menembus di atas 100 dolar AS per barel disertai pelemahan rupiah yang lebih dalam. Jika itu terjadi, defisit APBN diperkirakan bisa melebar lebih signifikan.
Meski begitu, pemerintah menegaskan seluruh kemungkinan tersebut sudah diantisipasi sehingga stabilitas keuangan negara tetap terjaga.
Sumber: ANTARA