Memang tidak mudah untuk kita bisa melakukan bagaimana caranya agar kapal kita keluar dari Selat Hormuz. Tapi komunikasi terus kita bangun
Jakarta (KABARIN) - Pemerintah Indonesia terus menjalin komunikasi dengan Iran untuk memastikan kapal tanker milik PT Pertamina (Persero) bisa keluar dari Selat Hormuz dengan aman.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengakui proses ini tidak mudah karena situasi geopolitik yang masih memanas di kawasan tersebut. Namun ia menegaskan upaya diplomasi tetap berjalan secara intensif.
“Memang tidak mudah untuk kita bisa melakukan bagaimana caranya agar kapal kita keluar dari Selat Hormuz. Tapi komunikasi terus kita bangun,” kata Bahlil.
Sebelumnya, Pertamina memastikan kondisi awak kapal dalam keadaan aman meski masih berada di wilayah yang terdampak ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.
Dari total empat kapal yang terlibat, dua di antaranya masih berada di Selat Hormuz, sementara sisanya sudah berada di luar area tersebut.
Pemerintah juga memastikan kondisi ini tidak sampai mengganggu pasokan energi nasional. Indonesia telah menyiapkan langkah antisipasi dengan mencari sumber alternatif, termasuk dari Amerika Serikat.
Selain itu, Pertamina telah menyiapkan berbagai skema distribusi mulai dari jalur reguler hingga opsi darurat untuk menjaga pasokan tetap stabil.
Kementerian Luar Negeri RI juga ikut bergerak aktif dengan berkoordinasi bersama pihak terkait di Iran sejak awal kejadian.
Respons dari pemerintah Iran disebut cukup positif terhadap permintaan Indonesia agar kapal tanker tersebut bisa melintas dengan aman.
Meski begitu, hingga kini belum ada kepastian waktu kapan kedua kapal tersebut benar benar bisa keluar dari Selat Hormuz karena masih menunggu proses lanjutan di tingkat teknis.
Sumber: ANTARA