Pemerintah bergerak cepat atas perintah Bapak Presiden. Kami rapat tadi malam dengan Bapak Presiden, pantau seluruh Indonesia apa keluhan rakyat. Kami turun langsung dan pagi ini kami bawa solusi
Kendari (KABARIN) - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyalurkan bantuan senilai Rp10 miliar bagi masyarakat terdampak banjir di delapan kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara (Sultra).
Saat ditemui di Kendari, Selasa, Mentan Andi Amran Sulaiman mengatakan bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap warga yang terdampak banjir di Kota Kendari, Kabupaten Konawe, Konawe Utara, Konawe Selatan, Konawe Kepulauan, Kolaka Timur, Kolaka, dan Buton Utara sejak Jumat (8/5).
Bencana banjir tersebut menyebabkan ribuan warga terdampak, ratusan hektare lahan persawahan terendam, serta merusak sejumlah fasilitas umum.
"Pemerintah bergerak cepat atas perintah Bapak Presiden. Kami rapat tadi malam dengan Bapak Presiden, pantau seluruh Indonesia apa keluhan rakyat. Kami turun langsung dan pagi ini kami bawa solusi," kata Mentan Amran Sulaiman saat meninjau lokasi terdampak banjir di Kendari.
Ia menjelaskan bantuan yang disalurkan meliputi 30 ton beras, 1,5 ton minyak goreng, benih padi untuk lahan seluas 2.000 hektare, hingga alat dan mesin pertanian (alsintan).
"Bantuan benih diberikan khusus bagi petani yang sawahnya mengalami kerusakan akibat terendam banjir," ujarnya.
Selain bantuan logistik, pemerintah pusat juga menyatakan kesiapan mendukung program optimalisasi lahan (oplah) sawah di sejumlah wilayah, termasuk menindaklanjuti usulan optimalisasi lahan seluas 1.200 hektare dari Kabupaten Konawe Utara.
"Ini Rp10 miliar khusus untuk Sultra. Kalau diurus suratnya, oplahnya, bisa Rp30 miliar untuk Sultra. Aku tunggu permohonannya," ujar Mentan Amran Sulaiman.
Menurut dia, kunjungan mendadak ke wilayah terdampak banjir dilakukan sebagai bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang menghadapi bencana.
Pemerintah juga mengerahkan 20 unit traktor tangan dan lima mesin panen combine harvester guna membantu pemulihan aktivitas pertanian di Sultra.
Dalam kunjungannya ke Desa Amohalo, Kabupaten Konawe Selatan, dan Kelurahan Lepo-Lepo, Kota Kendari, Mentan Amran Sulaiman turut menginstruksikan percepatan perbaikan infrastruktur pertanian.
Ia meminta Balai Wilayah Sungai (BWS) segera memperbaiki tanggul jebol dalam waktu satu minggu agar proses penanganan dapat segera dilakukan.
Sumber: ANTARA