Herdman Sebut "Dream Team" Timnas Indonesia Akan Terbentuk Seiring Proses

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Pelatih Timnas Indonesia John Herdman menilai bahwa tim impian atau “dream team” untuk skuad Garuda tidak akan terbentuk secara instan, melainkan melalui proses panjang yang terus berkembang dari waktu ke waktu.

Ia menyebut perjalanan membangun tim yang ditargetkan menuju Piala Dunia 2030 adalah proses bertahap yang membutuhkan waktu, evaluasi, dan banyak perubahan dalam komposisi pemain.

Herdman juga menegaskan bahwa akan ada pemain yang bertahan dan ada pula wajah baru yang muncul seiring berjalannya proses seleksi dan perkembangan tim.

“Beberapa pemain akan bertahan, beberapa lainnya akan muncul. Kami harus memenangkan pertandingan, dan saya harus menemukan pemain dengan hasrat besar, naluri pembunuh, dan keinginan untuk berjuang demi Indonesia, untuk lolos ke 2030. Itu misi kami,” kata Herdman dalam jumpa pers usai kekalahan 0-1 dari Bulgaria pada final FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin.

Ia kemudian membandingkan situasi saat ini dengan awal kariernya bersama Timnas Kanada pada 2018, ketika ia juga belum memiliki gambaran jelas tentang skuad terbaik. Namun seiring waktu, muncul pemain-pemain penting seperti Alphonso Davies, Jonathan David, hingga Tajon Buchanan.

Menurutnya, hal serupa juga bisa terjadi di Indonesia karena masih banyak pemain muda yang berpotensi berkembang dan menjadi bagian penting tim di masa depan.

“Indonesia juga baru memulai. Akan ada pemain baru yang muncul, baik dari Eropa maupun lokal. Dony Tri memiliki potensi besar. Rizky Ridho dan Beckham Putra juga menunjukkan kepercayaan diri tinggi,” ucap Herdman.

Ia menambahkan bahwa para pemain tersebut masih akan terus berkembang jika mendapat lingkungan dan program latihan yang tepat. Karena itu, menurutnya tidak ada susunan tim final saat ini karena semuanya masih bisa berubah.

Herdman juga menegaskan bahwa dirinya bukan satu-satunya sosok di balik kesuksesan Timnas Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 setelah penantian panjang.

Ia menilai keberhasilan itu lebih banyak ditentukan oleh para pemain yang mampu mengambil tanggung jawab di lapangan saat situasi sulit.

“Di Kanada, yang membawa tim ke Piala Dunia adalah para pemain, bukan pelatih. Pelatih hanya membimbing, mendukung, dan memberdayakan. Para pemainlah yang mengambil alih saat momen sulit. Itulah yang akan saya bangun di sini,” kata dia.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka