Kendalikan Cara Berpikir untuk Menghindari Kecemasan Setelah Liburan

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Kembali ke rutinitas setelah liburan sering membuat sebagian orang merasa cemas, malas, atau kurang bersemangat. Kondisi ini dikenal sebagai post holiday blues.

Namun menurut Guru Besar Ilmu Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Rose Mini Agoes Salim, hal tersebut bisa diatasi dengan cara mengubah pola pikir menjadi lebih positif.

Ia menjelaskan bahwa masa kembali bekerja sebenarnya tidak selalu buruk karena masih ada banyak hal menyenangkan yang bisa ditemui dalam keseharian seperti bertemu rekan kerja atau tetap memiliki waktu bersama keluarga di akhir pekan.

“Untuk menghindari dari holiday blues ini adalah kita harus tahu bahwa di dalam kehidupan kita di kantor enggak semuanya merasa enggak nyaman, karena apa kita bisa ketemu teman-teman kantor, kita lihat di weekend masih bisa pergi dengan keluarga jalan-jalan dan sebagainya,” kata Romy, Selasa.

Menurutnya, rasa tidak nyaman setelah liburan biasanya muncul sementara dan dipicu oleh perubahan suasana dari waktu santai menuju rutinitas yang lebih padat. Situasi ini wajar terjadi dan bisa dikelola agar tidak mengganggu aktivitas.

Ia juga menyarankan agar pekerjaan yang menumpuk setelah liburan diatur berdasarkan prioritas supaya tidak terasa membebani pikiran. Dengan begitu, pekerjaan bisa diselesaikan secara bertahap tanpa tekanan berlebihan.

Selain itu, penting untuk memberi waktu adaptasi sebelum benar benar kembali ke ritme kerja penuh. Misalnya dengan kembali bangun lebih pagi secara perlahan agar tubuh dan pikiran bisa menyesuaikan diri.

“Hal itu membuat kita kemudian jadi terbiasa lagi untuk melakukan hal-hal yang terbiasa kita lakukan, sehingga tidak tiba-tiba harus kemudian bangunnya pagi, nah dengan demikian secara gradually kita bisa menyesuaikan diri,” katanya.

Romy juga menambahkan bahwa tidak semua momen liburan berjalan sempurna. Ada kalanya muncul kendala saat perjalanan atau saat berkumpul dengan keluarga. Namun jika dilihat dari sisi positif, pengalaman tersebut justru bisa menjadi bagian dari kenangan yang bermakna.

Menurutnya, cara seseorang memaknai situasi sangat berpengaruh terhadap perasaan yang muncul setelahnya. Jika dilihat dengan sudut pandang positif, rutinitas maupun pengalaman liburan akan terasa lebih ringan dan menyenangkan.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka