Spanyol Tegas Menolak AS Pakai Wilayah Udaranya untuk Perang Iran

waktu baca 3 menit

Oviedo (KABARIN) - Pemerintah Spanyol mengambil sikap tegas di tengah meningkatnya tensi global. Pada Senin (30/3), Madrid menegaskan menolak permintaan Amerika Serikat untuk menggunakan wilayah udaranya dalam operasi yang berkaitan dengan konflik Iran.

Keputusan ini bukan cuma berlaku untuk pesawat militer AS langsung, tapi juga mencakup pesawat Amerika yang berbasis di negara ketiga seperti Inggris dan Prancis. Informasi ini disampaikan oleh sumber militer Spanyol kepada media El Pais.

Sebelumnya, Washington sempat mempertimbangkan untuk menempatkan pesawat pengebom strategis seperti B-52 Stratofortress dan B-1 Lancer di pangkalan militer di selatan Spanyol. Namun rencana tersebut akhirnya dibatalkan setelah pemerintah Spanyol menegaskan tidak akan mendukung operasi yang tidak memiliki dasar hukum internasional.

Menteri Pertahanan Spanyol, Margarita Robles, kembali menegaskan posisi negaranya yang tidak ingin terlibat dalam konflik tersebut.

"Semua orang tahu posisi Spanyol. Penggunaan pangkalan-pangkalan tidak diizinkan dan tentu saja, penggunaan wilayah udara Spanyol tidak diizinkan untuk tindakan terkait dengan perang di Iran," kata Robles kepada wartawan.

Meski begitu, Spanyol masih membuka sedikit ruang untuk kondisi darurat. Dalam situasi tertentu, pesawat tetap bisa melintas atau mendarat jika benar-benar diperlukan, seperti dilaporkan El Pais.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares, mengatakan keputusan ini sejalan dengan sikap pemerintah yang tidak ingin memperkeruh situasi di Timur Tengah.

Albares bahkan mengaku situasi saat ini terasa lebih mengkhawatirkan dibandingkan sebulan lalu karena potensi konflik militer yang serius.

"Setiap saat, kami bisa melihat eksodus migran dari Iran menuju Eropa," kata Albares.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah Spanyol khawatir konflik ini bisa berubah menjadi perang berkepanjangan dengan dampak luas, termasuk krisis kemanusiaan.

Meski ada gesekan politik, Spanyol memastikan hubungan ekonomi dengan Amerika Serikat tetap berjalan normal. Menteri Ekonomi Spanyol, Carlos Cuerpo, menyebut keputusan penolakan penggunaan wilayah udara tidak akan berdampak pada kerja sama ekonomi kedua negara. Hal ini disampaikan di tengah ancaman Presiden AS Donald Trump yang sempat menyebut akan memutus hubungan dagang dengan Spanyol.

"Hubungan ekonomi tetap sama persis seperti sebelum konflik," kata Cuerpo pada Senin (30/3).

Ia menjelaskan bahwa kerja sama perdagangan diatur di tingkat Uni Eropa, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh dinamika politik jangka pendek.

"Perusahaan-perusahaan Spanyol terus beroperasi, seperti halnya perusahaan Prancis, Jerman, dan Italia," katanya.

Alih-alih mundur, Spanyol justru terus memperluas jejak ekonominya di Amerika Serikat, termasuk dengan membuka kantor baru di Boston dan Houston untuk mendukung bisnis.

Menurut Cuerpo, keputusan soal wilayah udara ini bukan urusan ekonomi, melainkan soal prinsip. Spanyol ingin memastikan tidak terlibat dalam konflik sepihak yang bertentangan dengan hukum internasional.

Sumber: ANAD

Bagikan

Mungkin Kamu Suka