Campak Bisa Munculkan Komplikasi pada Orang yang Rentan

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Penyakit campak sering dianggap sepele karena bisa sembuh sendiri. Tapi jangan salah, pada kondisi tertentu, penyakit ini bisa memicu komplikasi serius, terutama pada orang dengan daya tahan tubuh yang lemah.

Dokter spesialis penyakit dalam Dr. dr. Adityo Susilo menjelaskan bahwa pasien dengan imun tubuh yang baik umumnya bisa pulih tanpa masalah berarti.

"Kalau daya tahan tubuh baik, umumnya pasien bisa sembuh tanpa komplikasi,” kata Dr. dr. Adityo Susilo, Sp.PD, K-PTI, FINASIM di Jakarta, Selasa, dalam acara PAPDI Forum dan konferensi pers bertajuk "Campak pada Dewasa: Tanda Bahaya dan Penanganan yang Tepat serta Peran Vaksinasi."

Namun, kondisi bisa berbeda pada kelompok rentan. Virus campak berpotensi menyebar ke berbagai organ tubuh dan memicu komplikasi serius jika sistem imun sedang menurun.

Kelompok yang paling berisiko antara lain orang dengan malnutrisi, pengidap gangguan imun seperti HIV/AIDS, pasien kanker yang sedang menjalani kemoterapi, hingga ibu hamil.

Menurut Adityo, komplikasi yang bisa muncul akibat campak cukup beragam, mulai dari pneumonia, infeksi otak, gangguan mata seperti keratitis, hingga infeksi telinga.

Pada ibu hamil, meskipun campak tidak bersifat teratogenik seperti rubella, infeksi ini tetap berbahaya karena bisa menurunkan sistem kekebalan tubuh sementara dan meningkatkan risiko infeksi lain.

Meski kasus komplikasi berat hingga menyebabkan kematian tergolong jarang, tetap tidak bisa dianggap remeh. Angkanya sekitar satu dari seribu kasus infeksi campak.

Dalam penanganannya, Adityo menegaskan bahwa belum ada obat antivirus khusus untuk mengatasi campak. Karena itu, pengobatan lebih difokuskan pada perawatan suportif.

"Yang penting adalah terapi suportif, memastikan cairan cukup, nutrisi terpenuhi, dan pemantauan kondisi pasien," katanya.

Selain itu, pemberian vitamin A juga dianjurkan karena dapat membantu menjaga kondisi jaringan tubuh dan mempercepat proses pemulihan.

Cara paling efektif untuk mencegah campak tetap melalui vaksinasi. Adityo menekankan pentingnya imunisasi untuk membentuk perlindungan tubuh sebelum terpapar virus.

"Vaksinasi ini penting untuk membentuk daya tahan tubuh sebelum terinfeksi," katanya.

Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) juga mengingatkan pentingnya meningkatkan cakupan vaksinasi, terutama bagi mereka yang belum mendapatkan imunisasi lengkap, agar penularan campak bisa ditekan.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka