Jakarta (KABARIN) - Kehadiran kapal perang Rusia di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, jadi sorotan. Bukan tanpa alasan, kunjungan ini disebut sebagai sinyal kuat untuk mempererat kerja sama dengan TNI Angkatan Laut (TNI AL).
Satuan kapal Rusia yang bersandar sejak 29 Maret hingga 2 April itu terdiri dari korvet Gromky-335, kapal selam Petropavlovsk Kamchatsky B-274, dan kapal tunda Andrey Stepanov.
Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov menegaskan, kehadiran armada tersebut bukan untuk menunjukkan ancaman, melainkan bentuk komitmen kerja sama.
“Kehadiran kami tidak menimbulkan ancaman bagi negara-negara tetangga maupun negara lain di kawasan Indonesia. Sebaliknya, ini adalah simbol kesiapan kami untuk bekerja sama dengan Indonesia melalui penyelenggaraan latihan bersama serta pertukaran pengalaman,” kata Dubes Tolchenov.
Selain agenda latihan bersama, kunjungan ini juga dimanfaatkan Rusia untuk memperkenalkan teknologi dan peralatan militernya kepada Indonesia. Salah satu yang jadi perhatian adalah kapal selam Petropavlovsk Kamchatsky B-274 yang disebut sebagai salah satu yang paling modern di dunia, serta korvet Gromky-335 yang menjadi andalan Armada Pasifik.
Rusia bahkan membuka peluang bagi Indonesia untuk mengadopsi teknologi mereka guna memperkuat pertahanan laut di masa depan.
“Kami memahami bahwa TNI Angkatan Laut juga mengoperasikan jenis kapal yang serupa. Namun demikian, kami berharap dapat membuka peluang untuk memperkenalkan jenis peralatan lain, sehingga di masa depan Indonesia juga dapat mempertimbangkan penggunaan platform serupa dari Rusia guna meningkatkan kemampuan pertahanan,” ucapnya.
Sementara itu, Wakil Komandan Pasukan dan Kekuatan di Timur Laut Armada Pasifik Rusia Laksamana Muda Evgeny N. Myasoedov menyebut hubungan antara Angkatan Laut Indonesia dan Rusia sudah terjalin lama dan terus berkembang.
“Selama bertahun-tahun, kita telah melaksanakan latihan bersama serta pelatihan bersama di tingkat markas besar. Kita juga saling melakukan kunjungan untuk menunjukkan persahabatan dan kemitraan kita,” ucapnya.
Ia juga menegaskan bahwa Rusia mendukung stabilitas kawasan Asia-Pasifik dengan mendorong hubungan antarnegara yang harmonis, serta memperkuat kemitraan berbasis saling pengertian.
Kunjungan ini bukan yang pertama. Sebelumnya, Indonesia juga menerima kapal Angkatan Laut Rusia dari Armada Pasifik pada Mei 2025 dalam rangka latihan bersama sekaligus memperingati 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara.
Saat itu, kapal yang datang antara lain Korvet Aldar Tsidenzhapov-339, Rezkiy-343, dan kapal tanker Pechenga yang juga ikut dalam latihan Multilateral Naval Exercise Komodo 2025.
Sumber: ANTARA