Prodi Teknik Pertambangan menjadi prodi baru yang sebelumnya baru dibuka melalui jalur Mandiri tahun lalu
Surabaya (KABARIN) - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya meloloskan 1.716 mahasiswa baru melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 dari total 18.110 pendaftar, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
"Pendaftar di ITS pada jalur SNBP tahun ini naik sebanyak 82 siswa dan penerimaannya juga naik sebesar 70 siswa," kata Kepala Subdirektorat Admisi dan Promosi ITS Nani Kurniati ST MT PhD dalam keterangan diterima di Surabaya, Rabu.
Ia menjelaskan, dari total pendaftar tersebut, sebanyak 12.539 orang memilih ITS sebagai pilihan pertama dan 5.571 orang sebagai pilihan kedua, yang menunjukkan meningkatnya prioritas pendaftar terhadap kampus tersebut.
SNBP 2026 juga mengumumkan penerimaan peserta yang berhak menerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Dari 4.157 pendaftar KIP-K, sebanyak 344 peserta dinyatakan lolos dan akan menjalani seleksi internal ITS.
Baca juga: 3.367 Pelajar Masuk ke Universitas Jember Lewat Jalur SNBP
“Mahasiswa yang tidak lolos seleksi internal akan mendapatkan keringanan pada biaya UKT (Uang Kuliah Tunggal) maupun kesempatan beasiswa internal di ITS,” tambahnya.
Dari 57 program studi, program sarjana (S1) dengan pendaftar terbanyak yakni Teknik Informatika, Teknik Elektro, Teknik Industri, Teknik Mesin, dan Teknik Sipil. Sementara tingkat keketatan tertinggi terdapat pada program studi Teknik Pertambangan.
“Prodi Teknik Pertambangan menjadi prodi baru yang sebelumnya baru dibuka melalui jalur Mandiri tahun lalu,” katanya.
Nani menuturkan jalur SNBP hanya mencakup 23 persen dari total penerimaan mahasiswa baru ITS 2026.
ITS masih membuka peluang melalui jalur lain, yakni Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), Seleksi Mandiri ITS dengan prestasi (SMITS FLAT), Seleksi Mandiri ITS dengan tes (SMITS ACE), serta International Undergraduate Program (IUP).
Ia menambahkan, jalur SNBT memiliki kuota 35 persen dengan pendaftaran hingga 7 April 2026. Sementara SMITS FLAT dan SMITS ACE memiliki total kuota 42 persen, serta IUP menyediakan 370 kursi.
“Adapun jalur IUP dengan 370 kuota,” katanya.
ITS juga membuka peluang Beasiswa Garuda pada jalur IUP yang merupakan program dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Capaian ini disebut mencerminkan komitmen ITS dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) poin ke-4, yakni pendidikan berkualitas.
“Saya harap agar yang belum berkesempatan di jalur ini, dapat memanfaatkan jalur lain yang masih menunggu,” ujarnya.
Sumber: ANTARA