Moskow (KABARIN) - Polandia memastikan tidak akan menyerahkan sistem pertahanan rudal Patriot miliknya ke Amerika Serikat, meski sempat ada permintaan untuk memindahkan sebagian sistem tersebut ke Timur Tengah.
Menteri Pertahanan Nasional Polandia, Władysław Kosiniak-Kamysz, menegaskan bahwa baterai Patriot yang dimiliki saat ini punya peran krusial untuk menjaga keamanan negaranya, terutama di wilayah udara dan sisi timur NATO.
Sebelumnya, media Polandia Rzeczpospolita melaporkan bahwa Amerika Serikat meminta Polandia memindahkan satu dari dua baterai Patriot yang dimilikinya ke kawasan Timur Tengah.
Namun, Polandia langsung memberi respons tegas atas permintaan tersebut.
"Baterai Patriot kami digunakan untuk melindungi wilayah udara Polandia dan sayap timur NATO. Dalam hal ini tak ada perubahan, dan kami tak punya rencana memindahkannya ke mana pun!" kata Kosiniak-Kamysz di platform X.
Ia juga menegaskan bahwa pihak Amerika Serikat memahami keputusan tersebut.
"Sekutu kami tahu dan memahami betapa pentingnya misi kami di sini. Keamanan Polandia adalah prioritas utama kami," katanya.
Pernyataan serupa juga disampaikan Wakil Menteri Pertahanan Polandia, Cezary Tomczyk, yang menekankan bahwa sistem pertahanan itu tetap difokuskan untuk kebutuhan dalam negeri.
"Sistem Patriot Polandia tetap berada di Polandia. Sistem tersebut memiliki tugas di dalam negeri, yakni melindungi Polandia dan sayap timur NATO," tulis Tomczyk di X.
Situasi ini muncul di tengah meningkatnya tensi di Timur Tengah. Pada 28 Februari lalu, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan serta korban jiwa di kalangan warga sipil.
Sebagai balasan, Iran kemudian menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di kawasan tersebut.
Di tengah kondisi geopolitik yang makin panas, Polandia memilih fokus pada keamanan domestik dan perannya dalam menjaga stabilitas di kawasan Eropa Timur.
Sumber: SPU