Uni Eropa Kecam Serangan ke Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon

waktu baca 2 menit

serangan ini merupakan pelanggaran berat

Moskow (KABARIN) - Uni Eropa menyampaikan kecaman keras atas serangan yang menimpa pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon. Mereka juga mendorong agar insiden tersebut diusut tuntas melalui penyelidikan menyeluruh.

Juru Bicara Urusan Luar Negeri Uni Eropa Anouar El Anouni mengatakan sikap ini disampaikan sebagai respons atas meningkatnya serangan terhadap pasukan UNIFIL dalam beberapa hari terakhir.

"Kami, Uni Eropa, mengecam serangan yang mengakibatkan kematian pasukan penjaga perdamaian UNIFIL (Pasukan Sementara PBB di Lebanon) dan melukai beberapa lainnya. Kami juga mengecam serangan yang menargetkan kontingen Prancis dalam beberapa hari terakhir," kata Anouni dalam konferensi pers Komisi Eropa.

Ia menambahkan bahwa PBB juga telah menyerukan penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap fakta di balik serangan tersebut.

"Serangan-serangan ini merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional, sama sekali tidak dapat diterima dan harus segera dihentikan," katanya.

Uni Eropa kembali menegaskan dukungannya terhadap peran UNIFIL yang dinilai penting dalam menjaga stabilitas di Lebanon.

Dalam laporan terbaru, UNIFIL menyebut seorang prajurit Indonesia yang tergabung dalam misi penjaga perdamaian meninggal dunia pada Minggu 29 Maret akibat serangan proyektil yang menghantam posnya.

Sehari setelahnya, dua anggota UNIFIL kembali dilaporkan tewas usai kendaraan patroli mereka diserang di wilayah Bani Haiyyan.

Peristiwa ini menambah kekhawatiran atas meningkatnya risiko bagi pasukan penjaga perdamaian di tengah konflik yang masih berlangsung di kawasan tersebut.

Sumber: SPU

Bagikan

Mungkin Kamu Suka