Jakarta (KABARIN) - Chery Sales Indonesia akhirnya memberikan penjelasan terkait insiden terbakarnya satu unit Chery Tiggo Cross CSH yang terjadi pada 31 Maret 2026 di ruas Tol Jakarta Cikampek.
Pihak perusahaan menyebut saat ini proses penyelidikan masih berjalan dengan melibatkan tim teknis langsung di lokasi kejadian. Investigasi dilakukan dengan standar global untuk memastikan penyebab pasti dari insiden tersebut.
“Berdasarkan kronologi, kendaraan tersebut dikendarai untuk keperluan pengantaran internal, dari dealer menuju area penyimpanan. Pengantaran ini merupakan proses yang tidak terkait pembelian atau perjalanan konsumen,” tulis keterangan resmi tim CSI, Rabu.
Dari laporan pengemudi, mobil dalam kondisi normal sejak awal perjalanan tanpa tanda-tanda gangguan. Namun secara tiba-tiba muncul asap yang membuat pengemudi segera menepi sebelum api mulai terlihat.
Dari hasil pemeriksaan awal, titik api diketahui berasal dari bagian depan kendaraan. Sementara itu, belum ditemukan indikasi bahwa kebakaran berkaitan dengan baterai atau sistem kelistrikan yang berada di bagian bawah hingga belakang mobil.
Chery menyatakan penyebab utama masih terus ditelusuri. Mereka juga belum menutup kemungkinan adanya faktor lain di luar komponen kendaraan seperti material eksternal atau benda asing.
Sebagai informasi, Tiggo Cross CSH merupakan mobil hybrid yang menggabungkan mesin bensin dan motor listrik. Kendaraan ini dibekali mesin ACTECO generasi terbaru berkapasitas 1.498 cc dengan konfigurasi empat silinder.
Perpaduan tersebut mampu menghasilkan tenaga hingga 201 HP dengan torsi mencapai 310 Nm. Dari sisi efisiensi, mobil ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 30,3 kilometer per liter.
Mobil ini juga dilengkapi berbagai fitur keselamatan modern termasuk 17 fitur ADAS yang dirancang untuk meningkatkan keamanan pengemudi dan penumpang selama perjalanan.
Chery menegaskan komitmennya dalam menghadirkan kendaraan ramah lingkungan sekaligus tetap mengutamakan aspek keselamatan bagi konsumen.
Sumber: ANTARA