Oto

BYD Bakal Ambil Alih Pabrik Tak Terpakai di Eropa Buat Genjot Produksi

waktu baca 3 menit

Jakarta (KABARIN) - Produsen mobil listrik asal China, BYD, dikabarkan sedang mencari pabrik mobil yang sudah tidak terpakai di Eropa untuk diambil alih. Langkah ini jadi strategi baru BYD buat memperkuat produksi kendaraan listrik langsung di kawasan Eropa sekaligus menghindari tarif impor tinggi dari Uni Eropa.

Dilansir dari Arena EV pada Rabu (13/5) waktu setempat, Wakil Presiden Eksekutif BYD, Stella Li, mengatakan perusahaan saat ini aktif menjajaki fasilitas produksi yang sudah ada tetapi tidak lagi dimanfaatkan secara maksimal. Italia disebut menjadi salah satu negara yang masuk radar perusahaan.

BYD juga dilaporkan sudah berdiskusi dengan beberapa produsen otomotif Eropa, termasuk Stellantis, terkait kemungkinan memanfaatkan pabrik yang saat ini menganggur atau kurang optimal digunakan.

Strategi ini dinilai jadi jalan cepat buat BYD memperluas produksi mobil listrik di Eropa tanpa harus membangun pabrik baru dari nol. Selain lebih hemat biaya, proses produksinya juga bisa dimulai lebih cepat.

Stellantis dianggap sebagai salah satu mitra potensial karena grup otomotif tersebut memiliki sekitar 20 pabrik perakitan kendaraan di Eropa. Di sisi lain, perusahaan itu juga sedang menghadapi tekanan untuk memangkas biaya operasional dan sebelumnya terbuka terhadap opsi menjual atau berbagi fasilitas produksinya.

Meski begitu, Stella Li menegaskan BYD ingin mengelola fasilitas tersebut secara mandiri. Perusahaan tidak tertarik memakai sistem berbagi operasional dengan produsen lain karena ingin tetap memegang kendali penuh atas proses produksi kendaraan listriknya.

Langkah ini juga menunjukkan perubahan strategi besar dari produsen otomotif China di pasar Eropa. Jika sebelumnya mobil diproduksi di China lalu diekspor ke Eropa, sekarang banyak produsen mulai membangun kendaraan langsung di kawasan tersebut demi menghindari tarif dan hambatan perdagangan yang makin ketat.

Selain membantu menekan biaya impor, produksi lokal juga dinilai bisa memperkuat citra BYD sebagai bagian dari industri otomotif Eropa, bukan sekadar merek impor dari Asia.

Saat ini BYD diketahui sedang membangun pabrik di Hungaria dan berencana membuka fasilitas produksi kedua di Turki.

Pasar kendaraan listrik Eropa sendiri masih terus tumbuh. Data terbaru menunjukkan registrasi kendaraan listrik di kawasan itu naik 27 persen pada April dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan total sekitar 400 ribu unit dalam satu bulan.

Produsen mobil asal China juga makin agresif memperluas pasar di Eropa. Saat ini, pangsa pasar mereka sudah mencapai sekitar 22 persen.

Secara global, BYD tercatat menjual lebih dari 1 juta kendaraan sepanjang empat bulan pertama tahun ini. Dari total tersebut, sekitar 454 ribu unit berasal dari pasar luar China. Bahkan pada April lalu, penjualan internasional BYD mencetak rekor baru dengan mencapai 134.500 unit.

Sumber: Arena EV

Bagikan

Mungkin Kamu Suka