Jakarta (KABARIN) - Pelatih Timnas Futsal Indonesia Hector Souto memilih untuk tidak membebani timnya dengan target juara saat tampil di Kejuaraan Futsal ASEAN 2026 yang digelar di Thailand pada 5 hingga 13 April.
Ia menegaskan fokus utama tim bukan pada hasil akhir, melainkan bagaimana para pemain bisa tampil sesuai karakter permainan mereka dan memberikan usaha terbaik di setiap laga.
"Saya tidak membebankan pemain soal hasil. Saya hanya meminta mereka untuk bermain dengan gaya kami dan memberikan yang terbaik," ujar Souto usai memimpin latihan di Jakarta.
Indonesia sendiri datang dengan status juara bertahan setelah sukses meraih gelar pada edisi 2024. Namun, Souto menilai kondisi kali ini berbeda jauh dibanding sebelumnya.
Pada turnamen sebelumnya, tim memiliki waktu persiapan yang cukup panjang hingga dua bulan. Selama periode itu, latihan digelar di beberapa kota seperti Malang, Yogyakarta, dan Jakarta, bahkan sempat menjalani uji coba di Thailand selama sepuluh hari.
Sementara untuk edisi 2026, waktu persiapan jauh lebih singkat. Hingga pertengahan pekan, tim baru menjalani latihan selama tiga hari dan hanya memiliki sedikit waktu tambahan sebelum berangkat. Kondisi ini membuat adaptasi tim belum maksimal.
Meski begitu, Souto tetap optimistis skuadnya bisa tampil kompetitif. Ia menilai kualitas pemain Indonesia cukup mumpuni untuk bersaing di level kawasan.
"Seperti penilaian beberapa pelatih lain, Indonesia mempunyai pemain dengan kemampuan yang bagus. Sebuah tim bisa saja tampil bagus, tetapi kalah. Atau tampil buruk dan menang. Yang penting, kami harus tampil kompetitif," kata pelatih berusia 44 tahun tersebut.
Sejak ditangani Souto, timnas futsal Indonesia mencatat sejumlah prestasi seperti juara Piala AFF 2024, meraih emas di SEA Games 2025, hingga finis sebagai runner up di Piala Asia Futsal AFC 2026.
Pada ajang tahun ini, Indonesia tergabung di Grup B bersama Australia, Malaysia, Kamboja, dan Brunei Darussalam.
Sumber: ANTARA