Lamine Yamal Kecam Tindakan Rasisme di Laga Spanyol vs Mesir

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Laga uji coba antara timnas Spanyol dan timnas Mesir yang berakhir tanpa gol pada Rabu malam diwarnai insiden tidak menyenangkan di tribun penonton. Sejumlah suporter tuan rumah diduga melontarkan nyanyian bernada rasis yang ditujukan kepada pemain Mesir selama pertandingan berlangsung.

Aksi tersebut langsung memicu reaksi keras dari pemain muda Spanyol Lamine Yamal yang menyayangkan perilaku sebagian oknum suporter tersebut. Ia menilai tindakan itu tidak mencerminkan nilai sportivitas dalam sepak bola.

Melalui media sosialnya termasuk Instagram, Yamal menyampaikan bahwa dirinya turut merasa tersinggung meskipun nyanyian tersebut tidak ditujukan langsung kepadanya.

“Kemarin terdengar nyanyian ‘siapa yang tidak melompat, itu Muslim’ di stadion. Saya tahu itu ditujukan kepada lawan dan bukan secara pribadi kepada saya, tetapi sebagai seorang Muslim, saya tetap menganggapnya tidak menghormati dan tidak dapat diterima,” tulis Yamal melalui media sosialnya, termasuk Instagram pada Rabu.

Ia menegaskan bahwa menjadikan agama sebagai bahan ejekan tidak bisa dibenarkan dalam bentuk apa pun dan tidak seharusnya terjadi di dunia olahraga.

Menurut Yamal, sepak bola seharusnya menjadi ruang yang mempertemukan banyak orang dari berbagai latar belakang, bukan justru menjadi tempat untuk merendahkan identitas pihak lain.

Kecaman juga datang dari Federasi Sepak Bola Spanyol RFEF yang menegaskan tidak akan mentolerir tindakan rasisme di dalam stadion.

"RFEF tidak mentolerir rasisme di sepak bola dan mengecam segala bentuk aksi kekerasan di dalam stadion," tulis RFEF melalui media sosial.

Pelatih timnas Spanyol Luis de la Fuente juga ikut angkat bicara dan meminta agar pihak berwenang segera menindak tegas pelaku yang terlibat. Ia menegaskan bahwa tindakan seperti itu tidak memiliki tempat di dunia sepak bola dan harus diberantas.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka