Jakarta (KABARIN) - Presiden Prabowo Subianto tiba di Jakarta setelah menyelesaikan rangkaian kunjungan kenegaraan ke dua negara Asia Timur, yakni Jepang dan Korea Selatan.
Pesawat Garuda Indonesia-1 yang membawa Presiden bersama rombongan terbatas mendarat di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Kamis dini hari sekitar pukul 00.01 WIB. Rombongan bertolak dari Pangkalan Udara Militer Seongnam, Seoul, Korea Selatan, pada Rabu malam waktu setempat.
Setibanya di lokasi, kedatangan Presiden disambut langsung oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang sudah menunggu di apron Lanud Halim.
Sejumlah pejabat negara juga hadir dalam penyambutan tersebut, mulai dari Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, hingga Kepala BIN M. Herindra.
Presiden Prabowo kemudian menyalami satu per satu para pejabat yang hadir sebelum sempat berbincang singkat dengan Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan. Setelah itu, ia langsung menuju kendaraan dinas Maung Garuda dan meninggalkan area bandara.
Tidak lama berselang, Wakil Presiden Gibran serta para pejabat lainnya juga meninggalkan lokasi penyambutan.
Selama lawatannya, Presiden Prabowo terlebih dahulu mengunjungi Jepang pada 29 hingga 31 Maret 2026. Di Tokyo, ia bertemu dengan Kaisar Naruhito, kemudian melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi, serta berdialog dengan pelaku bisnis Indonesia dan Jepang.
Dalam agenda tersebut, Indonesia dan Jepang juga menyepakati sejumlah kerja sama strategis dengan nilai total mencapai 23,63 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp380 triliun.
Setelah dari Jepang, Presiden melanjutkan kunjungan ke Korea Selatan. Di Seoul, ia bertemu dengan Presiden Lee Jae Myung di Blue House untuk membahas penguatan kerja sama di berbagai bidang.
Kedua negara sepakat memperluas kolaborasi di sektor ekonomi, pertahanan, hingga teknologi kecerdasan buatan. Selain itu, turut ditandatangani 10 nota kesepahaman yang mencakup kerja sama energi bersih, industri, digital, kesehatan, hingga investasi dan keuangan.
Sumber: ANTARA