Istanbul (KABARIN) - Uni Emirat Arab (UEA) meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera mengambil keputusan penting terkait situasi di Selat Hormuz yang saat ini terganggu. Bahkan, negara tersebut membuka opsi penggunaan kekuatan demi memastikan jalur pelayaran kembali normal.
Dalam laporan Bloomberg, Duta Besar UEA Mohamed Abushahab mengirim surat resmi kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres serta pimpinan Dewan Keamanan. Ia menekankan perlunya tindakan cepat untuk menjaga keamanan pelayaran di kawasan tersebut.
UEA juga mendorong penerapan Bab VII Piagam PBB, yaitu mekanisme yang memungkinkan Dewan Keamanan mengambil langkah serius terhadap ancaman global, mulai dari sanksi ekonomi hingga penggunaan kekuatan militer jika diperlukan.
Situasi di Selat Hormuz sendiri mulai memanas sejak awal Maret ketika Iran membatasi akses jalur tersebut sebagai respons atas serangan militer Amerika Serikat dan Israel yang dimulai pada akhir Februari.
Padahal, selat ini menjadi jalur vital bagi distribusi energi dunia. Sekitar 20 juta barel minyak atau sekitar seperlima pasokan global biasanya melewati kawasan ini setiap hari. Gangguan yang terjadi membuat harga minyak dunia ikut naik, menghambat distribusi, dan memicu kekhawatiran terhadap dampak ekonomi jangka panjang.
Di tengah situasi tersebut, konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel masih terus berlangsung. Serangan yang terjadi sejak akhir Februari dilaporkan menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar dan memperparah ketegangan di kawasan.
Sumber: ANAD