Kabupaten Tangerang (KABARIN) - Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, menargetkan sedikitnya 180.000 balita usia sembilan hingga lima tahun di daerah itu menerima imunisasi campak sebagai upaya untuk menekan kasus campak di Indonesia.
"Kita kemarin dapat edaran dari Kementerian Kesehatan melalui Dinas Kesehatan Provinsi Banten untuk melaksanakan ORI (Outbreak Response Immunization). Artinya, kita melakukan imunisasi terhadap semua balita dari usia 9 bulan sampai 5 tahun tanpa memandang status imunisasi," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi, di Tangerang, Kamis.
Ia mengatakan, pemberian imunisasi campak tambahan ini dilakukan terhadap semua balita baik anak yang sebelumnya telah mendapatkan imunisasi campak lengkap maupun baru.
Hal tersebut, katanya, guna meningkatkan kekebalan daya tahan tubuh anak dari paparan virus menular.
"Tujuannya untuk meningkatkan kekebalan anak kita, sehingga nanti kalau ada paparan virus campak akan terhindar," katanya.
Menurut Hendra, secara teknis pelaksanaan imunisasi campak ini telah dilalukan sejak 30 Maret 2026. Namun, pemberian secara massal atau Outbreak Response Immunization dilakukan pada dua pekan ke depan yang bakal digelar di seluruh unit puskesmas yang ada di Kabupaten Tangerang.
"Untuk pelaksanaannya di seluruh puskesmas," ucapnya.
Sementara, untuk distribusi vaksin campak balita ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menerima alokasi sebanyak 180 ribu yang digelontorkan oleh pemerintah provinsi dengan sesuai cakupan target yang ditentukan.
"Vaksin kita sudah dapat dari provinsi, sudah datang sebanyak itu. Alokasinya sesuai dengan jumlah target kita," ujarnya.
Saat ini, kata Hendra, terdapat tiga kecamatan sebagai wilayah terbanyak ditemukan kasus campak pada balita. Berdasarkan data periode Januari hingga Maret 2026 sedikitnya ada 140 kasus.
"Yang terbanyak di wilayah Teluknaga, Pasar Kemis, dan Pagedangan. Dari Januari sampai Maret itu kita ada 140 kasus. Sebelumnya pada 2025 itu ada 180 kasus. Oleh karena itu, kita berupaya jangan meningkat lagi," kata dia.
Sumber: ANTARA