Jakarta (KABARIN) - Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) Shaikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa mengatakan, lolosnya Irak ke Piala Dunia 2026 jadi inspirasi bagi semua pihak karena diraih setelah melewati jalan berliku.
"Asosiasi Sepak Bola Irak pantas mendapatkan pujian tertinggi. Mereka menunjukkan tekad kuat dan kemajuan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, bahkan kerap harus melalui situasi yang menantang. Itu luar biasa dan menginspirasi," ujar Salman, dikutip dari laman AFC, Kamis.
Pria asal Bahrain itu menambahkan, Irak menunjukkan bahwa sepak bola tetap menjadi sumber harapan, kekuatan, dan persatuan.
Salman pun angkat topi untuk seluruh pemangku kepentingan yang berperan dalam perkembangan sepak bola Irak.
"Kita harus memberikan penghargaan kepada semua orang yang tidak pernah lelah bekerja di balik layar untuk mewujudkan mimpi jutaan penggemar sepak bola Irak," tutur dia.
Tim nasional Irak melaju ke Piala Dunia 2026 setelah terakhir kali tampil di turnamen empat tahunan itu pada 1986 atau 40 tahun silam.
Irak merebut tiket terakhir ke Piala Dunia 2026 seusai menaklukkan Bolivia dengan skor 2-1 pada final play-off interkonfederasi di Stadion Monterrey, Kanada, Rabu (1/4) pagi WIB.
Pencapaian itu mendapatkan banyak pujian lantaran sepak bola Irak kerap bergulir di tengah konflik.
Sejak mengikuti Piala Dunia pertamanya, Irak dihantam beberapa perang seperti Perang Irak-Iran yang berakhir 1988, Perang Teluk (1990-1991), dan Perang Irak (2003-2011).
Terkini, Irak terdampak konflik Iran yang dimulai akhir Februari 2026. Situasi tersebut bahkan membuat timnas Irak nyaris tidak dapat mengikuti final play-off interkonfederasi lantaran terkendala transportasi dan visa.
Timnas Irak kesulitan mendapatkan visa Meksiko karena kedutaan tidak beroperasi akibat perang. Belum lagi, kala itu, penerbangan juga tutup demi keamanan. Persoalan itu pula yang membuat pelatih timnas Irak Graham Arnold terjebak di Uni Emirat Arab.
Namun, masalah-masalah itu teratasi dan Irak akhirnya mampu berlaga di Meksiko menghadapi Bolivia yang mereka kandaskan 2-1.
Tantangan Irak lainnya, mereka harus melalui 21 pertandingan dari kualifikasi sampai final play-off interkonfederasi untuk mengunci satu tempat di Piala Dunia 2026. Itu menjadi salah satu jumlah pertandingan terbanyak di kualifikasi Piala Dunia 2026.
Di Piala Dunia 2026, Irak bergabung di Grup I bersama Prancis, Senegal, dan Norwegia yang pertandingan-pertandingannya digelar di Amerika Serikat.
Laga perdana Irak di Piala Dunia 2026 berlangsung pada 16 Juni waktu setempat menghadapi Norwegia.
Piala Dunia 2026 dilaksanakan di tiga negara yakni Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko pada 11 Juni-19 Juli.
Sumber: ANTARA