Jakarta (KABARIN) - Keputusan mengejutkan datang dari sepak bola Jepang. Pelatih timnas putri Jepang, Nils Nielsen, resmi dipecat hanya 12 hari setelah sukses membawa timnya menjuarai Piala Asia Putri.
Mengutip laporan Yahoo Sports, keputusan ini diumumkan langsung oleh Federasi Sepak Bola Jepang (JFA) pada Kamis. Presiden JFA, Tsuneyasu Miyamoto, menyebut keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan berbagai aspek.
“Dengan keinginan untuk memenangi turnamen-turnamen internasional utama dan mempertimbangkan berbagai faktor, kami sampai pada kesimpulan ini,” kata Miyamoto.
JFA menjelaskan bahwa kontrak Nielsen memang telah habis setelah turnamen Piala Asia Putri berakhir. Dewan direksi kemudian memutuskan untuk tidak memperpanjang kerja sama tersebut.
Padahal, Nielsen baru saja mencatatkan prestasi gemilang. Ia sukses membawa Jepang meraih gelar Piala Asia Putri ketiga setelah mengalahkan tuan rumah Australia di final yang digelar di Sydney pada 21 Maret.
Selama turnamen, performa Jepang juga terbilang impresif. Mereka mencetak total 29 gol dan hanya kebobolan satu gol, membuat tim ini banjir pujian dari berbagai pihak.
Nielsen sendiri sempat memuji anak asuhnya setelah kemenangan tersebut. Ia menyebut timnya sebagai “inspirasional” dan merasa beruntung bisa bekerja dengan pemain-pemain berkualitas.
Namun, di balik kesuksesan itu, ternyata ada evaluasi berbeda dari internal tim. Direktur timnas putri Jepang, Norio Sasaki, menilai pendekatan Nielsen belum cukup kuat untuk membawa Jepang bersaing di level tertinggi.
“Cara melatih (dia) sedikit terlalu longgar, sedikit terlalu lembut. Pendekatan yang lebih tegas dan latihan yang lebih keras diperlukan,” kata Sasaki.
Sasaki yang pernah membawa Jepang juara Piala Dunia Putri 2011 juga menilai karakter Nielsen kurang cocok untuk target besar, seperti menjuarai Piala Dunia Putri tahun depan di Brasil. Ia bahkan menyebut pelatih ideal berikutnya sebaiknya berasal dari Jepang.
Nielsen sendiri baru menjabat sejak Desember 2024 dan menjadi pelatih asing pertama yang menangani timnas putri Jepang. Sebelumnya, ia punya pengalaman melatih timnas putri Denmark dan Swiss, serta pernah menjadi direktur teknik tim putri Manchester City.
Meski sudah berpisah, agenda timnas tetap berjalan. Jepang dijadwalkan menjalani tiga laga uji coba di Amerika Serikat pada April. Untuk sementara, posisi pelatih akan diisi oleh Michihisa Kano.
Keputusan ini jadi bukti bahwa di level elite, hasil bagus belum tentu cukup, standar dan target jangka panjang tetap jadi penentu utama.
Sumber: ANTARA